Eks Dirjen Kemendikbudristek Sebut Pengadaan Chromebook Era Nadiem Upaya Transformasi Digital Pendidikan Terbesar

Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Dalam sebuah wawancara, mantan Dirjen Kemendikbudristek menilai bahwa program pengadaan Chromebook yang diluncurkan pada masa kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim merupakan langkah transformasi digital terbesar dalam sejarah pendidikan Indonesia.

Program tersebut bertujuan memberikan perangkat komputasi berbasis cloud kepada sekolah‑sekolah negeri di seluruh negeri, sehingga proses belajar mengajar dapat beralih ke model daring dan hybrid. Menurut mantan pejabat itu, pengadaan Chromebook tidak hanya sekadar menyediakan perangkat keras, melainkan juga mendukung ekosistem aplikasi edukatif, pelatihan guru, serta infrastruktur jaringan yang memadai.

  • Skala Pengadaan: Ratusan ribu unit Chromebook direncanakan tersebar di lebih dari 30 ribu sekolah.
  • Target Waktu: Implementasi dimulai pada tahun 2020 dan diharapkan selesai pada akhir 2024.
  • Manfaat Utama: Mempermudah akses materi digital, meningkatkan keterlibatan siswa, serta menyiapkan generasi digital yang kompeten.

Pejabat tersebut menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, penyedia perangkat, dan guru. Tanpa pelatihan yang memadai, perangkat canggih sekalipun tidak akan optimal.

Ia juga menyoroti bahwa kebijakan ini selaras dengan visi “Indonesia Maju 2045” yang menekankan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui teknologi. Dengan Chromebook sebagai “gerbang” utama, diharapkan seluruh jenjang pendidikan dapat mengadopsi metode pembelajaran yang lebih interaktif dan berbasis data.

Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan akan jaringan internet yang stabil di daerah terpencil dan pemeliharaan perangkat dalam jangka panjang. Pemerintah berjanji akan terus memperkuat infrastruktur broadband serta menyediakan layanan purna jual yang responsif.

Secara keseluruhan, mantan Dirjen menilai bahwa pengadaan Chromebook merupakan tonggak penting dalam upaya digitalisasi pendidikan, yang jika dijalankan dengan konsisten dapat mengurangi kesenjangan akses dan meningkatkan mutu pembelajaran di seluruh Indonesia.