Frankenstein45.Com – 21 April 2026 | Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menegaskan pentingnya kelanjutan pemikiran konstitusionalnya di kalangan generasi muda. Dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Jakarta, Jimly mengungkapkan harapannya bahwa nilai-nilai konstitusional yang ia usung selama masa kepemimpinan dapat menjadi landasan bagi para pemuda untuk berperan aktif dalam memperkuat demokrasi Indonesia.
Jimly, yang menjabat sebagai Ketua MK dari tahun 2003 hingga 2008, dikenal sebagai tokoh intelektual yang berperan besar dalam proses reformasi hukum pasca‑Reformasi 1998. Beberapa kontribusi utama yang masih dikenang antara lain:
- Pengembangan doktrin hak asasi manusia dalam putusan-putusan MK.
- Pembentukan mekanisme uji materi terhadap undang‑undang.
- Penyusunan pedoman interpretasi konstitusi yang menekankan prinsip keadilan sosial.
- Penulisan buku “Konstitusi Kita” yang menjadi referensi penting bagi mahasiswa hukum.
Dalam sambutannya, Jimly menekankan bahwa tantangan konstitusional tidak berakhir dengan generasinya. Ia mengajak para mahasiswa, aktivis, dan profesional hukum untuk terus menggali, mengkritisi, dan memperbaharui pemahaman konstitusi agar tetap relevan dengan dinamika sosial‑ekonomi Indonesia yang terus berubah.
“Saya percaya bahwa semangat konstitusional harus hidup di hati generasi muda. Mereka adalah agen perubahan yang paling potensial untuk menegakkan supremasi hukum,” ujar Jimly dengan penuh keyakinan.
Selain harapan tersebut, Jimly juga menyoroti beberapa isu krusial yang perlu mendapat perhatian khusus, antara lain:
- Penerapan prinsip checks and balances secara efektif antara lembaga‑lembaga negara.
- Penguatan peran MK dalam mengawal kebijakan publik yang berbasis pada hak asasi manusia.
- Peningkatan literasi konstitusi di kalangan masyarakat luas melalui pendidikan formal dan non‑formal.
Acara tersebut dihadiri oleh para akademisi, mahasiswa hukum, serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat. Semua peserta menyatakan dukungan mereka terhadap visi Jimly dan berkomitmen untuk melanjutkan dialog konstitusional secara berkelanjutan.
Dengan semangat kolaboratif, harapan Jimly Asshiddiqie bahwa pemikirannya dapat terus hidup di benak generasi berikutnya tampak semakin nyata, menandai babak baru dalam perjalanan demokrasi Indonesia.




