Eks Napi Teroris Kembangkan Usaha Chicken Jepun Berhasil dari Binaan Lapas
Eks Napi Teroris Kembangkan Usaha Chicken Jepun Berhasil dari Binaan Lapas

Eks Napi Teroris Kembangkan Usaha Chicken Jepun Berhasil dari Binaan Lapas

Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Jamaluddin (49), mantan narapidana kasus terorisme, berhasil membangun bisnis kuliner setelah dibebaskan bersyarat pada awal 2025. Selama masa tahanannya, ia mengikuti program pelatihan kewirausahaan di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Sentul, Bogor, yang menyediakan pengetahuan dasar tentang manajemen restoran, kebersihan, dan pemasaran.

Setelah keluar, Jamaluddin memanfaatkan ilmu tersebut untuk membuka usaha “Chicken Jepun” yang menyajikan ayam goreng dengan bumbu khas Jepang. Usaha pertama berlokasi di kawasan industri Jakarta Timur dan dalam waktu enam bulan berhasil menarik perhatian konsumen lokal.

Berikut langkah‑langkah utama yang diambil Jamaluddin dalam mengembangkan usahanya:

  • Mengidentifikasi pasar dengan melakukan survei rasa dan preferensi konsumen.
  • Mengamankan modal awal melalui tabungan pribadi serta bantuan mikro‑kredit yang diberikan oleh lembaga sosial.
  • Menetapkan standar kebersihan dan prosedur operasional yang dipelajari selama pelatihan Lapas.
  • Melakukan promosi melalui media sosial dan jaringan komunitas setempat tanpa menggunakan tautan eksternal.
  • Memperluas jaringan dengan membuka dua cabang tambahan di Tangerang dan Bekasi pada akhir 2025.

Hasil penjualan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada kuartal pertama 2025, pendapatan rata‑rata per gerai mencapai Rp 45 juta, naik menjadi Rp 78 juta pada kuartal ketiga setelah penambahan cabang.

Kuartal Pendapatan per Gerai (Rp)
Q1 2025 45.000.000
Q2 2025 60.000.000
Q3 2025 78.000.000

Keberhasilan Jamaluddin menjadi contoh konkret bahwa program reintegrasi narapidana dapat menghasilkan kontribusi positif bagi ekonomi dan masyarakat. Lapas Khusus Sentul berencana memperluas program serupa untuk narapidana lain yang berminat mengembangkan usaha setelah bebas.