Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan target ambisius untuk memperluas jaringan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Target tersebut adalah mencapai 62.000 unit SPKLU pada akhir tahun 2030, dibandingkan dengan hanya 4.892 unit yang tersedia saat ini.
Target ini sejalan dengan program nasional percepatan adopsi kendaraan listrik (KEL) yang bertujuan menurunkan emisi karbon dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Pemerintah menargetkan agar kendaraan listrik menyumbang minimal 20% dari total penjualan kendaraan baru pada 2025, dan naik menjadi 30% pada 2030.
Data perkembangan SPKLU
| Tahun | Jumlah SPKLU (unit) |
|---|---|
| 2023 | 4.892 |
| 2025 (target) | 15.000 |
| 2030 (target) | 62.000 |
Untuk mencapai angka tersebut, ESDM mengusulkan serangkaian kebijakan pendukung, antara lain:
- Penyediaan insentif fiskal bagi investor yang membangun SPKLU, termasuk pembebasan pajak impor untuk peralatan pengisian.
- Penerapan standar teknis nasional yang memudahkan interoperabilitas antar jaringan pengisian.
- Kerjasama dengan pemerintah daerah untuk mempercepat perizinan dan penempatan SPKLU di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan, rest area, dan area perumahan.
- Peningkatan kapasitas jaringan listrik melalui investasi pada infrastruktur distribusi dan pembangkit energi terbarukan.
- Pengembangan program subsidi bagi pemilik kendaraan listrik yang menggunakan SPKLU publik.
Beberapa tantangan yang masih harus diatasi meliputi keterbatasan jaringan listrik di wilayah terpencil, biaya investasi awal yang tinggi, serta kebutuhan akan tenaga kerja terampil dalam instalasi dan pemeliharaan peralatan pengisian. Pemerintah berencana menanggapi hal ini melalui program pelatihan teknis dan penyediaan dana hibah bagi daerah yang belum memiliki akses listrik memadai.
Jika target tercapai, Indonesia diproyeksikan akan memiliki salah satu jaringan SPKLU terluas di Asia Tenggara, yang dapat mempercepat transisi transportasi ramah lingkungan sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sektor energi dan teknologi.




