Frankenstein45.Com – 28 Mei 2026 | Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Evita Nursanty, menyoroti sejumlah kendala yang membuat industri tekstil nasional kesulitan bersaing di pasar global. Menurutnya, selain masalah kurangnya tenaga kerja terampil, iklim usaha yang tidak kondusif menjadi faktor utama penurunan daya saing.
Beberapa hambatan yang diidentifikasi meliputi:
- Birokrasi yang berbelit, sehingga proses perizinan dan investasi menjadi lama dan mahal.
- Ketimpangan harga energi, di mana biaya listrik dan bahan bakar tidak stabil dan cenderung lebih tinggi dibandingkan negara pesaing.
- Keterbatasan akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di sektor tekstil.
Evita menekankan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja memerlukan program pelatihan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri, serta sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha. Ia juga menyerukan reformasi regulasi untuk mempermudah proses perizinan dan menurunkan beban biaya operasional.
Jika tantangan-tantangan tersebut tidak diatasi, industri tekstil berisiko kehilangan pangsa pasar yang selama ini menjadi andalan ekonomi nasional, terutama dalam ekspor produk jadi. Sebaliknya, perbaikan iklim usaha dapat membuka peluang investasi baru, meningkatkan produktivitas, dan menstimulasi pertumbuhan lapangan kerja.




