Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Ferdy Sambo, mantan pejabat tinggi kepolisian yang kini menjalani hukuman penjara, melanjutkan pendidikan jenjang magister di Sekolah Tinggi Teknologi Giri (STTGI). Program studi yang diambilnya adalah S2 Teknik Informatika, yang diselenggarakan secara daring melalui platform pembelajaran online.
Pelaksanaan studi ini dimungkinkan berkat bantuan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) yang menyediakan fasilitas khusus bagi narapidana untuk mengakses materi perkuliahan, mengikuti kuliah virtual, dan mengirimkan tugas. Fasilitas tersebut mencakup jaringan internet berkecepatan stabil di Lapas Cibinong, ruang belajar yang terisolasi, serta pendampingan akademik oleh dosen dan tenaga pendidik STTGI.
Berikut langkah-langkah yang dilakukan Ditjenpas untuk memfasilitasi kuliah daring bagi narapidana:
- Pengadaan perangkat keras (laptop, tablet) dan koneksi internet yang aman.
- Penyusunan jadwal kuliah yang menyesuaikan dengan rutinitas Lapas.
- Penunjukan pembimbing akademik yang memantau progres belajar.
- Pengiriman materi cetak dan digital secara rutin.
- Pengawasan ujian akhir melalui sistem proktor daring.
Program pendidikan bagi warga binaan merupakan bagian dari kebijakan nasional yang menekankan hak setiap narapidana untuk memperoleh pendidikan. Pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di dalam lembaga pemasyarakatan, sekaligus mempersiapkan reintegrasi yang lebih baik setelah masa tahanan selesai.
Ferdy Sambo sendiri menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan studi tersebut meskipun berada di dalam Lapas. Ia berharap ilmu yang didapatkan dapat menjadi bekal untuk memperbaiki diri dan memberikan kontribusi positif di masa depan.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi contoh bagi lembaga pemasyarakatan lain dalam mengoptimalkan fasilitas pendidikan, sehingga hak belajar warga binaan dapat terwujud secara lebih luas.




