FIBA Ubah Beberapa Aturan Resmi dan Tingkatkan Persiapan Piala Dunia 2027
FIBA Ubah Beberapa Aturan Resmi dan Tingkatkan Persiapan Piala Dunia 2027

FIBA Ubah Beberapa Aturan Resmi dan Tingkatkan Persiapan Piala Dunia 2027

Frankenstein45.Com – 24 April 2026 | Dewan Pusat Federasi Bola Basket Internasional (FIBA) baru‑baru ini mengesahkan serangkaian revisi aturan resmi yang akan mulai berlaku pada kompetisi internasional mulai musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian diskusi dengan federasi nasional, pemain, dan pelatih, dengan tujuan utama meningkatkan kecepatan permainan, keadilan kompetisi, serta mempermudah implementasi teknologi video review.

Perubahan Aturan Utama

  • Pembatasan Waktu Timeout: Setiap tim kini hanya diperbolehkan mengambil satu timeout selama periode pertama dan satu lagi pada periode kedua, masing‑masing berdurasi 60 detik. Hal ini diharapkan mengurangi jeda yang memperlambat alur pertandingan.
  • Penyesuaian Aturan Foul Teknis: Foul teknis yang melanggar prosedur resmi akan langsung dikenakan satu lemparan bebas tambahan bagi lawan, selain penalti poin yang sudah ada.
  • Penggunaan Video Review yang Diperluas: Sistem video review kini mencakup keputusan tentang pelanggaran tiga detik, goaltending, dan kelalaian dalam mengembalikan bola setelah out‑of‑bounds. Setiap tim dapat mengajukan satu tantangan per kuarter.
  • Pengurangan Durasi Shot Clock pada Situasi Khusus: Pada situasi rebound ofensif, shot clock akan berkurang menjadi 14 detik, menggantikan 24 detik standar, untuk mempercepat transisi menyerang.
  • Peningkatan Penegakan Aturan Anti‑Doping: FIBA menambahkan prosedur tes acak pada semua turnamen internasional dan memperketat sanksi bagi pelanggar.

Revisi ini akan disosialisasikan melalui seminar regional dan modul pelatihan digital bagi wasit, pelatih, serta pemain selama enam bulan ke depan.

Fokus Persiapan Piala Dunia 2027

Sementara perubahan aturan sedang diimplementasikan, FIBA juga menyoroti persiapan intensif untuk Piala Dunia Basketball 2027. Komite penyelenggara telah menetapkan tiga prioritas utama:

  1. Penentuan Lokasi Host: Setelah evaluasi terhadap lebih dari sepuluh kandidat, proses pemilihan host diharapkan selesai pada akhir 2025, dengan pertimbangan infrastruktur, dukungan pemerintah, dan potensi pasar.
  2. Peningkatan Infrastruktur Teknologi: FIBA berkomitmen untuk memperkenalkan sistem pelacakan pemain berbasis sensor serta arena yang dilengkapi konektivitas 5G, guna mendukung pengalaman penonton yang lebih interaktif.
  3. Strategi Pemasaran Global: Kampanye promosi akan difokuskan pada platform digital, termasuk media sosial, streaming langsung, dan kolaborasi dengan influencer olahraga untuk menjangkau generasi milenial dan Gen Z.

Selain itu, FIBA menyiapkan program pelatihan bagi ofisial turnamen, memperkuat standar keamanan, serta menyusun paket hiburan budaya yang akan menampilkan keanekaragaman negara peserta. Semua upaya ini diharapkan dapat menjadikan Piala Dunia 2027 sebagai ajang paling inovatif dan menarik dalam sejarah basket internasional.