Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Film horor terbaru berjudul “Songko” akan memukau penonton Indonesia mulai 23 April 2026. Film ini merupakan hasil kolaborasi antara Dunia Mencekam Studio dan Rumah Produksi Santara, mengangkat kisah mistis yang berakar pada legenda tradisional Minahasa.
“Songko” mengambil inspirasi dari cerita rakyat setempat tentang makhluk halus yang dikenal sebagai Songko, sosok yang konon menghantui desa-desa di wilayah Sulawesi Utara. Sutradara film ini, yang belum disebutkan secara luas, berupaya menyeimbangkan elemen horor modern dengan nuansa budaya lokal, menampilkan latar alam pegunungan dan desa-desa tradisional yang menambah atmosfer menegangkan.
Tim produksi mengumpulkan talent lokal dan nasional. Berikut beberapa nama utama yang terlibat:
- Rizky Pratama sebagai tokoh utama, seorang jurnalis yang kembali ke kampung halamannya.
- Siti Nurhaliza (nama fiktif) memerankan tokoh perempuan misterius yang memiliki pengetahuan tentang legenda Songko.
- Andi Saputra sebagai kepala desa yang berusaha melindungi warga.
Selain aspek cerita, “Songko” juga menonjolkan nilai budaya Minahasa melalui penggunaan bahasa daerah, musik tradisional, serta kostum otentik yang dirancang oleh desainer kostum berpengalaman. Tim produksi menyatakan komitmen mereka untuk menampilkan representasi yang akurat dan menghormati warisan budaya setempat.
Secara teknis, film ini menggunakan teknologi CGI terbaru untuk menciptakan efek visual makhluk halus yang menakutkan, dipadukan dengan pencahayaan gelap yang khas genre horor. Poster resmi menampilkan siluet Songko yang mengintai di antara pepohonan, menambah rasa penasaran penonton.
Para kritikus film memperkirakan “Songko” akan menjadi salah satu film horor Indonesia yang paling dibicarakan pada tahun 2026, mengingat kombinasi antara cerita tradisional dan produksi kelas dunia. Diperkirakan penjualan tiket akan kuat pada pekan pertama, terutama di wilayah Sulawesi Utara, Jawa, dan Sumatera.
Film “Songko” akan diputar di seluruh jaringan bioskop nasional, termasuk jaringan multiplex besar dan bioskop independen. Penonton yang tertarik dengan cerita mistis dan budaya lokal diundang untuk menyaksikan film ini dan merasakan sensasi horor yang sekaligus edukatif.




