Frankenstein45.Com – 26 Mei 2026 | Flamengo kembali menunjukkan dominasinya di kancah internasional pada putaran akhir grup Copa Libertadores 2026. Tim asal Rio de Janeiro menempati puncak Grup A dengan 13 poin dari lima pertandingan, mengukir rekor tak terkalahkan dan mencatat delapan gol dari rata‑rata 16 tembakan per laga.
Persiapan Menghadapi Cusco
Pertandingan melawan klub Peru, Cusco, dijadwalkan pada Selasa, 27 Mei, pukul 01:30 BST di Maracanã. Meskipun Flamengo sudah mengamankan tiket ke babak knockout, pelatih Leonardo Jardim tetap menargetkan rekor grup terbaik untuk memperoleh keunggulan kandang pada fase selanjutnya.
Kasus penting menjelang laga adalah kembalinya gelandang asal Brasil, Carrascal, yang kembali masuk meski mendapat kartu merah pada pertandingan domestik melawan Palmeiras. Sanksi kartu merah tersebut hanya berlaku di kompetisi Brasil, sehingga ia dapat bermain di Libertadores. Di sisi lain, Cebolinha dan Arrascaeta masih absen karena cedera yang lebih serius, sehingga beberapa pemain cadangan kemungkinan akan mendapatkan menit bermain mengingat agenda padat di Brasileirão pada 30 Mei melawan Coritiba.
Statistik Kunci Flamengo di Copa Libertadores
- 13 poin (5 kemenangan, 1 hasil seri)
- 8 gol
- Rata‑rata tembakan per pertandingan: 16
- Posisi: 1 (tak terkalahkan)
Jika dibandingkan dengan pesaing grup, performa ofensif Flamengo menempatkannya di antara empat tim paling produktif dalam turnamen ini.
Keberhasilan di Ranah Wanita: U‑20 Brasil
Di lain pihak, tim putri Flamengo meraih kemenangan penting di final Brasileirão U‑20 Wanita melawan São Paulo. Pada laga pertama yang berlangsung di Arena Inamar, Diadema, Isabela Nunes mencetak gol tunggal dari tendangan bebas pada menit ke‑13, memastikan keunggulan 1‑0. Upaya São Paulo untuk menyamakan kedudukan di menit akhir gagal karena VAR membatalkan gol Brendha yang offside.
Dengan keunggulan satu gol, Flamengo hanya membutuhkan hasil imbang di laga kedua yang dijadwalkan pada Jumat, 29 Mei, pukul 21.00 WIB di Estádio Luso‑Brasileiro, Rio de Janeiro, untuk mengangkat trofi juara.
Latar Belakang Nasional: Ancelotti dan Harapan Brasil
Sementara klub berfokus pada kompetisi klub, dinamika sepak bola Brasil sedang berada pada fase transisi. Seleksi pelatih kepala timnas Brasil berpindah ke Carlo Ancelotti, pelatih berpengalaman dengan rekam jejak bergengsi di level klub Eropa. Keputusan ini mencerminkan keinginan federasi untuk mengembalikan kejayaan di panggung dunia setelah kegagalan di Copa America 2024.
Keberadaan Ancelotti sekaligus kebangkitan Flamengo di level klub menambah optimisme bagi generasi muda, termasuk pemain-pemain yang baru menembus skuad senior. Kombinasi antara manajemen profesional, investasi pada akademi, dan eksposur internasional diharapkan dapat memperkuat basis talenta Brasil ke depan.
Proyeksi ke Depan
Jika Flamengo mampu mempertahankan konsistensi serangan dan mengatasi kerentanan di lini pertahanan yang sempat terlihat pada kekalahan 3‑0 melawan Palmeiras, peluang mereka untuk menempati posisi teratas grup dan melaju jauh di fase knockout sangat besar. Di sisi lain, tim putri akan menguji ketangguhan mental dalam laga penentuan yang menuntut mereka mempertahankan keunggulan tipis.
Kesimpulannya, fase akhir grup Copa Libertadores menandai titik penting bagi Flamengo: sekaligus menegaskan dominasi di level klub internasional dan menambah prestasi di ranah wanita, sambil menjadi simbol kebangkitan sepak bola Brasil di tengah perubahan strategis di tim nasional.




