Frankenstein45.Com – 11 Mei 2026 | Pemerintah Kota Bekasi masih menanti kepastian bantuan dari pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan flyover di kawasan Bulak Kapal, Kecamatan Bekasi Timur. Proyek strategis ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan lalu lintas setelah kecelakaan kereta yang menimbulkan sorotan publik pada akhir April 2026.
Latar Belakang Proyek Flyover Bulak Kapal
Flyover Bulak Kapal masuk dalam rencana pembangunan jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan alokasi anggaran awal sebesar Rp 20 miliar pada tahun 2026. Direncanakan awalnya menggunakan skema multiyears dan selesai pada akhir 2027. Namun, pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan ke RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, menyoroti banyaknya pelintasan yang belum dilengkapi sistem pengamanan memadai, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur lintas jalan.
Proses Koordinasi Antara Pemerintah Daerah dan Pusat
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengungkapkan bahwa hingga Senin, 11 Mei 2026, pembahasan bantuan masih berada pada tahap koordinasi di tingkat pusat. “Saat ini masih menunggu skema bantuan Presiden, apakah lewat Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, atau langsung ke daerah. Masih menunggu tindak lanjut dari Kemenko Infrastruktur dan Setneg,” ujar Idi di Plaza Pemkot Bekasi.
Idi menambahkan bahwa Pemkot Bekasi telah dua kali mengikuti rapat bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Pada rapat terakhir yang melibatkan Kementerian Keuangan dan Kemenko Infrastruktur, isu bantuan telah “naik level,” namun belum ada arahan resmi yang diterima.
Harapan dan Jadwal Kedepan
Pejabat kota berharap keputusan resmi akan datang dalam satu hingga dua minggu ke depan. “Mudah‑mudahan satu‑dua minggu ada kabar, nanti baru kami bisa pastikan,” kata Idi. Jika bantuan terkonfirmasi, anggaran Rp 20 miliar dapat segera dialokasikan dan proses konstruksi dipercepat, bahkan memungkinkan penyelesaian proyek sebelum akhir 2027.
Dampak Potensial Terhadap Masyarakat
- Pengurangan kemacetan pada jam sibuk, khususnya di titik pertemuan Jalan Raya Bekasi dan Jalan Bulak Kapal.
- Peningkatan keamanan bagi pengguna kendaraan pribadi, angkutan umum, serta pejalan kaki.
- Stimulasi pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan aksesibilitas ke pusat bisnis dan kawasan industri.
Warga Bekasi telah menyatakan kekhawatiran sejak kecelakaan kereta pada 28 April 2026, yang menyoroti kurangnya fasilitas penyeberangan yang aman. Flyover diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk menghindari kejadian serupa.
Kesimpulan
Flyover Bulak Kapal tetap menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Bekasi, namun realisasinya sangat bergantung pada keputusan bantuan dari pemerintah pusat. Dengan tekanan publik yang meningkat dan urgensi meningkatkan keselamatan jalan, diharapkan mekanisme bantuan akan segera disepakati sehingga proyek dapat dilaksanakan tanpa penundaan signifikan.




