Frankenstein45.Com – 01 Mei 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa hilirisasi produk industri serta peningkatan nilai tambah menjadi kunci utama untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam serangkaian pertemuan dengan para pemangku kepentingan, ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset demi mempercepat transformasi rantai nilai.
Strategi Hilirisasi Nasional
Berbagai langkah strategis telah disusun, antara lain:
- Meningkatkan investasi pada teknologi proses yang dapat mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi.
- Mendorong kolaborasi antara universitas, pusat riset, dan industri untuk menciptakan inovasi yang dapat dipatenkan.
- Memberikan insentif fiskal bagi perusahaan yang berhasil meningkatkan proporsi nilai tambah dalam produk akhir.
Peran Satgas Hilirisasi
Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi terus melakukan kajian mendalam terkait teknologi terkini yang dapat diaplikasikan pada sektor-sektor strategis. Satgas tersebut menilai potensi hilirisasi pada tiga pilar utama:
| Sektor | Target Nilai Tambah (%) | Langkah Utama |
|---|---|---|
| Energi | 30 | Peningkatan teknologi LNG dan biofuel |
| Kimia | 35 | Pengembangan bahan kimia berbasis bahan baku lokal |
| Manufaktur | 40 | Automatisasi dan digitalisasi lini produksi |
Target-target ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor hilir terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menciptakan lapangan kerja berkualitas.
Implikasi bagi Pelaku Usaha
Pelaku usaha diharapkan untuk meninjau kembali model bisnis mereka, mengintegrasikan proses hilirisasi, dan memanfaatkan fasilitas pendukung yang disediakan pemerintah, seperti dana riset, fasilitas uji coba, dan program pelatihan tenaga kerja terampil.
Dengan fokus pada nilai tambah, Prabowo berharap Indonesia dapat beralih dari negara pengekspor bahan mentah menjadi pusat produksi barang bernilai tinggi, memperkuat daya saing global, dan menstimulasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.




