Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, memperlihatkan foto-foto serta tas sekolah milik anak‑anak yang menjadi korban dalam serangan bersenjata yang terjadi di kota pelabuhan Minab, provinsi Hormozgan, pada akhir pekan lalu.
Serangan tersebut menewaskan puluhan orang, termasuk sejumlah anak sekolah yang sedang berada di rumah. Ghalibaf menampilkan barang‑barang pribadi korban sebagai saksi bisu tragedi, dan memutuskan untuk menumpangkannya dalam satu penerbangan khusus menuju Islamabad, Pakistan, guna menarik perhatian komunitas internasional.
- Foto-foto menampilkan wajah-wajah murid berusia antara 6 hingga 14 tahun yang tewas dalam serangan.
- Tas sekolah berisi buku pelajaran, alat tulis, dan mainan yang kini menjadi simbol kehilangan.
- Penerbangan berangkat dari Bandar Abbas dengan tujuan Islamabad pada tanggal 10 April 2024.
Pihak maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut bekerja sama dengan otoritas Iran untuk menyiapkan ruang khusus di dalam kabin, di mana foto dan tas korban dipajang secara terhormat. Penumpang, termasuk delegasi diplomat dan aktivis hak asasi manusia, diharapkan dapat menyaksikan pameran mini ini selama perjalanan.
Ghalibaf menyatakan, “Kami ingin dunia melihat betapa brutalnya aksi teror ini, terutama ketika anak‑anak tak bersalah menjadi korban. Menampilkan foto dan tas mereka dalam penerbangan ke Islamabad adalah upaya kami untuk menuntut keadilan dan solidaritas internasional.”
Reaksi masyarakat Iran pun beragam. Sebagian besar menganggap langkah ini sebagai bentuk penghormatan kepada korban, sementara kelompok lain menyoroti risiko politisasi tragedi. Di sisi lain, pemerintah Pakistan menyambut kedatangan barang‑barang tersebut dengan rasa belasungkawa, dan menjanjikan dukungan moral serta investigasi bersama.
Insiden ini menambah ketegangan di wilayah Teluk Persia, di mana serangkaian serangan serupa telah meningkatkan kekhawatiran akan keamanan sipil. Pihak berwenang Iran telah menegaskan komitmen untuk menyelidiki pelaku serangan dan meningkatkan perlindungan terhadap warga sipil, khususnya anak‑anak.




