FOTO: DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Gelar Halalbihalal, Tekankan Poros Kebangsaan antara PDIP dengan NU
FOTO: DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Gelar Halalbihalal, Tekankan Poros Kebangsaan antara PDIP dengan NU

FOTO: DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Gelar Halalbihalal, Tekankan Poros Kebangsaan antara PDIP dengan NU

Frankenstein45.Com – 12 April 2026 | DPD (Dewan Pimpinan Daerah) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menyelenggarakan acara halalbihalal pada akhir pekan lalu. Acara yang dihadiri oleh tokoh partai, aktivis, serta perwakilan Nahdlatul Ulama (NU) ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi forum penting untuk menegaskan kembali poros kebangsaan antara PDIP dan NU di provinsi.

Dalam sambutannya, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said, menekankan pentingnya perpaduan kekuatan “ijo‑abang” sebagai akar sosial‑politik yang telah menjadi fondasi kuat masyarakat Jawa Timur, bahkan sampai ke tingkat kampung. Menurut Said, sinergi antara warna hijau PDIP dan warna merah NU menciptakan keseimbangan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan keadilan sosial yang menjadi landasan pembangunan daerah.

Agenda dan Sorotan Acara

  • Doa bersama memohon keberkahan dan kesuksesan bagi kegiatan politik dan keagamaan di Jawa Timur.
  • Penyampaian pidato oleh Said yang menyoroti sejarah kerjasama PDIP‑NU sejak masa reformasi.
  • Penampilan seni budaya Jawa Timur sebagai simbol persatuan.
  • Dialog terbuka antara kader partai dan anggota NU mengenai isu-isu kebangsaan dan kepentingan rakyat.

Makna Strategis Bagi Politik Daerah

Acara ini dipandang sebagai langkah strategis menjelang pemilihan umum mendatang. Dengan menegaskan poros kebangsaan, PDIP berupaya memperkuat basis dukungan di kalangan umat Islam tradisional yang menjadi mayoritas di Jawa Timur. Di sisi lain, NU menilai kerjasama ini sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga keutuhan bangsa dan memajukan kesejahteraan umat.

Selain itu, para peserta menyoroti pentingnya memperkuat jaringan di tingkat desa, sehingga kebijakan yang diusung oleh partai dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Hal ini sejalan dengan semangat “ijo‑abang” yang menekankan kolaborasi lintas sektoral untuk pembangunan berkelanjutan.

Acara berakhir dengan sesi foto bersama, menandai simbol kebersamaan antara partai politik dan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.