Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Para Menteri Keuangan Negara-negara G7 menyepakati langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan pada mineral kritis yang sebagian besar bersumber dari China. Keputusan ini diambil dalam pertemuan tertutup yang menyoroti risiko geopolitik dan keamanan pasokan bahan baku penting bagi industri teknologi dan energi terbarukan.
Kesepakatan mencakup peningkatan kerja sama dengan negara-negara kaya sumber daya, seperti Australia, Kanada, dan Afrika Selatan, serta memperkuat peran institusi keuangan multilateral dalam menyediakan pembiayaan bagi proyek eksplorasi dan pengolahan mineral di luar China.
Berikut poin utama yang dibahas:
- Peningkatan investasi bersama pada tambang lithium, kobalt, nikel, dan rare earth elements di negara mitra G7.
- Pembentukan dana khusus yang dikelola oleh bank-bank internasional untuk mendukung teknologi daur ulang dan substitusi bahan baku.
- Pengembangan standar transparansi rantai pasokan guna memastikan kepatuhan pada prinsip keberlanjutan dan hak asasi manusia.
- Kolaborasi riset untuk menemukan alternatif material yang dapat menggantikan mineral kritis asal China.
Para menteri menekankan bahwa diversifikasi sumber daya bukan hanya soal keamanan ekonomi, melainkan juga mendukung transisi energi bersih. Dengan mengurangi dominasi China dalam pasokan mineral strategis, G7 berharap dapat menstabilkan harga, mempercepat inovasi, dan memperkuat posisi tawar dalam negosiasi perdagangan global.
Langkah ini dipandang sebagai respons terhadap meningkatnya tekanan politik dan ekonomi yang menuntut negara-negara maju untuk mengurangi kerentanan terhadap satu pemasok tunggal. Implementasi kebijakan akan diawasi oleh kelompok kerja yang dibentuk khusus, dengan laporan kemajuan yang akan disampaikan pada pertemuan tahunan G7 berikutnya.




