Frankenstein45.Com – 17 April 2026 | Asosiasi Industri Rokok Indonesia (Gappri) mengungkapkan keprihatinannya terkait rencana pemerintah untuk menurunkan batas maksimum kadar nikotin dan tar dalam produk tembakau. Menurut Gappri, perubahan tersebut harus mempertimbangkan ketersediaan bahan baku lokal, khususnya tembakau dari daerah Temanggung, yang memiliki kandungan nikotin bervariasi antara 30 mg hingga 80 mg per gram.
Regulasi terbaru yang sedang dibahas bertujuan menurunkan standar batas nikotin‑tar untuk melindungi kesehatan masyarakat. Namun, Gapri menilai bahwa penetapan batas yang terlalu ketat dapat menimbulkan konsekuensi bagi produsen rokok dalam negeri, terutama yang bergantung pada tembakau lokal.
- Kandungan nikotin tembakau lokal: Satu gram tembakau Temanggung mengandung 30‑80 mg nikotin, menunjukkan variasi alami yang signifikan.
- Potensi dampak ekonomi: Penurunan batas dapat mengurangi permintaan terhadap tembakau domestik, mengancam mata pencaharian petani dan industri pendukung.
- Permintaan regulasi berimbang: Gappri menyerukan pemerintah untuk melakukan kajian ilmiah yang komprehensif, termasuk uji laboratorium dan analisis pasar, sebelum menetapkan standar baru.
Gappri juga menekankan pentingnya sinergi antara regulator dan pelaku industri untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan tidak mengorbankan keberlangsungan produksi tembakau lokal. Asosiasi berharap pemerintah dapat meninjau kembali rencana perubahan batas nikotin‑tar dengan memperhitungkan data produksi tembakau domestik serta dampak sosial‑ekonomi yang mungkin timbul.




