Gibran Naik Motor Sendiri Saat Kunjungan ke Agats Asmat, Diteriaki 'Jokowi Muda'
Gibran Naik Motor Sendiri Saat Kunjungan ke Agats Asmat, Diteriaki 'Jokowi Muda'

Gibran Naik Motor Sendiri Saat Kunjungan ke Agats Asmat, Diteriaki ‘Jokowi Muda’

Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Papua Selatan pada Ahad, 21 Juni 2026. Selama berada di Agats, ibukota kabupaten, Gibran mengambil kesempatan untuk mengendarai sepeda motor listrik buatan dalam negeri secara mandiri.

Acara dimulai dengan sambutan resmi dari Pemerintah Daerah, diikuti dengan tur singkat ke beberapa lokasi proyek infrastruktur yang sedang dikerjakan. Pada bagian akhir tur, Gibran memutuskan untuk mengendarai motor listrik yang disediakan oleh pihak penyedia lokal, menegaskan dukungan terhadap teknologi ramah lingkungan serta upaya meningkatkan mobilitas di daerah terpencil.

Keputusan Gibran untuk mengemudi sendiri menuai beragam reaksi. Warga setempat mengangkat poster dengan tulisan “Jokowi Muda“, menyoroti kemiripan gaya kepemimpinan sang ayah, Presiden Joko Widodo, yang dikenal dekat dengan rakyat dan suka turun langsung ke lapangan. Beberapa tokoh masyarakat menilai tindakan tersebut sebagai simbol kedekatan pejabat tinggi dengan kondisi lapangan, sementara pengamat politik menilai langkah ini sebagai strategi memperkuat citra kebangsaan dan modernisasi.

  • Lokasi: Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan
  • Tanggal: 21 Juni 2026
  • Jenis Kendaraan: Sepeda motor listrik domestik
  • Tujuan: Demonstrasi dukungan terhadap energi bersih dan mobilitas daerah

Selain menonjolkan teknologi hijau, kunjungan Gibran juga menyoroti program pembangunan jalan, akses air bersih, dan peningkatan layanan kesehatan di wilayah yang selama ini terisolasi. Pemerintah pusat menegaskan komitmen untuk mempercepat konektivitas di Papua melalui proyek infrastruktur yang berkelanjutan.

Secara keseluruhan, aksi Gibran mengendarai motor listrik secara mandiri diterima positif oleh sebagian besar masyarakat setempat. Meskipun terdapat komentar skeptis tentang simbolisme politik, langkah tersebut berhasil menarik perhatian media nasional dan menambah eksposur terhadap upaya modernisasi di daerah paling timur Indonesia.