Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Partai Golongan Karya (Golkar) secara tegas menolak narasi provokatif yang mengusung seruan “gulingkan Prabowo” di Jakarta. Pimpinan Fraksi Golkar di DPR RI, Idrus Marham, menegaskan bahwa politik harus dijalankan dengan etika yang tinggi dan tidak boleh memicu ketegangan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.
Idrus Marham menambahkan, “Kita harus menjaga stabilitas politik, terutama menjelang pemilihan umum yang akan datang. Seruan yang bersifat provokatif tidak hanya merusak citra partai, tetapi juga dapat menimbulkan konflik di masyarakat.” Ia mengingatkan agar semua pihak politik berkomunikasi secara konstruktif dan mengedepankan dialog, bukan provokasi.
Seruan “gulingkan Prabowo” muncul setelah sejumlah tokoh dan kelompok politik mengkritik kebijakan dan kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Golkar menilai bahwa kritik yang sehat memang diperlukan, namun harus disampaikan dengan cara yang tidak menimbulkan polarisasi berlebihan.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh Golkar:
- Penolakan terhadap narasi yang mengajak publik untuk menggulingkan kepemimpinan secara terbuka.
- Penekanan pada pentingnya etika dalam berpolitik.
- Ajakan untuk menjaga stabilitas nasional demi kepentingan bersama.
- Pentingnya dialog konstruktif antar partai politik.
Selain itu, Golkar mengingatkan bahwa Indonesia sedang berada dalam fase penting menjelang pemilu berikutnya, sehingga semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan iklim politik yang kondusif.
Seruan serupa sebelumnya pernah menimbulkan kegelisahan di kalangan masyarakat dan menimbulkan perdebatan sengit di media sosial. Golkar berharap agar perdebatan tersebut dapat dialihkan menjadi diskusi yang produktif dan berbasis fakta, bukan emosional semata.




