Grab Operasikan Lebih dari 14.000 Kendaraan Listrik hingga 2025
Grab Operasikan Lebih dari 14.000 Kendaraan Listrik hingga 2025

Grab Operasikan Lebih dari 14.000 Kendaraan Listrik hingga 2025

Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Grab Indonesia mengumumkan bahwa pada akhir tahun 2025, platformnya akan mengoperasikan lebih dari 14.000 kendaraan listrik (EV) yang aktif di seluruh wilayah operasionalnya. Pencapaian ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung transisi energi bersih dan mengurangi jejak karbon dalam sektor transportasi.

Sejak peluncuran program EV pada 2022, Grab telah berhasil memberdayakan lebih dari 189.000 mitra pengemudi melalui penyediaan kendaraan ramah lingkungan, insentif tarif, serta pelatihan teknis. Dengan jumlah kendaraan yang terus meningkat, diharapkan emisi CO2 yang dihasilkan oleh layanan ride‑hailing dapat turun signifikan.

  • Target kendaraan listrik aktif: 14.000+ unit pada 2025
  • Jumlah mitra pengemudi yang terlibat: >189.000 orang
  • Pengurangan estimasi emisi CO2: sekitar 200.000 ton per tahun
  • Kolaborasi dengan produsen lokal: beberapa merek otomotif Indonesia
Tahun Kendaraan Listrik Aktif Mitra Pengemudi
2022 2.300 45.000
2023 5.600 97.000
2024 9.800 143.000
2025 14.200 189.000+

Penggunaan kendaraan listrik tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menurunkan biaya operasional bagi mitra pengemudi. Dengan tarif listrik yang lebih stabil dibandingkan bahan bakar bensin, pengemudi dapat menghemat hingga 30 % biaya energi per perjalanan. Selain itu, Grab menyediakan jaringan pengisian daya cepat di titik‑titik strategis, memudahkan proses pengisian baterai tanpa mengganggu jam operasional.

Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan melalui insentif pajak dan subsidi bagi pembelian kendaraan listrik, yang selaras dengan kebijakan nasional untuk mencapai nol emisi pada 2060. Kerjasama antara Grab, produsen otomotif, dan otoritas setempat diharapkan mempercepat adopsi EV di kota‑kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung.

Dengan capaian ini, Grab menegaskan kembali peranannya sebagai pionir dalam ekosistem mobilitas berkelanjutan di Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi ribuan pengemudi yang beralih ke kendaraan listrik.