Frankenstein45.Com – 26 April 2026 | Jakarta Utara, bagian dari Dapil Jakarta III, menyaksikan persaingan sengit pada pemilihan legislatif tingkat provinsi DKI Jakarta. Erwin Aksa (Golkar) memimpin dengan 81.416 suara, diikuti Ahmad Sahroni (NasDem) dengan 78.071 suara, sementara wakil ketua Dewan PSI, Grace Natalie, mengamankan posisi ketiga dengan 74.967 suara. Hasil resmi ini dibacakan dalam rapat pleno terbuka KPU DKI Jakarta pada 9 Maret 2024 di Hotel Pullman, Jalan S. Parman.
Rincian 10 Besar Calon di Jakarta Utara
| Urutan | Nama | Partai | Suara |
|---|---|---|---|
| 1 | Erwin Aksa | Golkar | 81.416 |
| 2 | Ahmad Sahroni | NasDem | 78.071 |
| 3 | Grace Natalie | PSI | 74.967 |
| 4 | Darmadi Durianto | PDIP | 43.091 |
| 5 | Adang Daradjatun | PKS | 33.508 |
| 6 | Charles Honoris | PDIP | 33.272 |
| 7 | Rahayu Saraswati | Gerindra | 21.938 |
| 8 | Ahmad Zaki Iskandar | Golkar | 21.859 |
| 9 | Ahmad Riza Patria | Gerindra | 19.615 |
| 10 | Ermi Yusfa | PKS | 18.796 |
Grace Natalie, yang dikenal sebagai tokoh progresif dan pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sebelumnya pernah mencuat sebagai calon legislatif terpopuler di Jakarta. Namun, pada pemilihan kali ini, ia harus menerima posisi ketiga. Meskipun tidak menembus dua puncak, perolehan hampir 75 ribu suara tetap menegaskan basis pemilih yang solid, khususnya di kalangan milenial dan kelas menengah yang mengapresiasi agenda reformasi sosial dan kebebasan berpendapat.
Reaksi Grace setelah hasil diumumkan bersifat tenang namun tegas. Ia menegaskan komitmen PSI untuk terus mengawal aspirasi pemilih, memperkuat kebijakan pendidikan, serta memperjuangkan transparansi dalam pemerintahan. “Kami tetap optimis. Suara rakyat adalah mandat moral bagi kami untuk terus berkarya, tidak peduli posisi di kursi,” ujar Grace dalam konferensi pers singkat.
Para pengamat politik menilai hasil ini mencerminkan dinamika partai-partai besar yang masih mendominasi panggung legislatif, sementara partai-partai baru seperti PSI masih berjuang menembus batas atas. “Erwin Aksa berhasil memanfaatkan jaringan tradisional Golkar di Jakarta Utara, sedangkan Sahroni mengandalkan basis NasDem yang kuat. Grace, meski memiliki profil publik tinggi, masih harus memperluas jaringan di luar pusat kota,” ujar seorang analis kampus.
Secara keseluruhan, pemilihan di Jakarta Utara menegaskan bahwa persaingan politik di ibu kota tetap intens. Kandidat yang mampu menggabungkan jaringan tradisional dengan strategi digital akan lebih berpeluang meraih kursi legislatif. Bagi Grace Natalie, posisi ketiga menjadi titik tolak untuk merumuskan strategi baru menjelang pemilu berikutnya, termasuk meningkatkan kerjasama lintas partai dan memperkuat kehadiran di daerah pemukiman kelas pekerja.
Dengan hasil resmi ini, DPRD DKI Jakarta akan segera menyusun susunan anggota legislatif yang mewakili seluruh Dapil, termasuk Jakarta Utara. Proses penetapan kursi akan berlangsung dalam beberapa minggu ke depan, dan semua pihak diharapkan menjaga proses demokrasi yang bersih serta transparan.




