Frankenstein45.Com – 11 April 2026 | Granada Club de Fútbol menorehkan hasil imbang 2-2 melawan FC Barcelona pada pekan ke-30 La Liga, memperpanjang perjuangannya menahan degradasi di posisi ke-19 klasemen. Pertandingan yang berlangsung di Estadio Nuevo Los Cármenes itu menjadi sorotan utama karena kedua tim menampilkan serangan cepat dan gol-gol krusial dalam fase awal dan akhir laga.
Gol-gol Awal dan Rekor Kecepatan
Serangan pertama Granada dimulai dengan kecepatan tinggi. Pada menit ke-1, Bryan Zaragoza menembus pertahanan Barcelona dan melepaskan tembakan keras yang melesat ke sudut kanan gawang terjangkau, mencetak gol dalam 17 detik. Gol tersebut menjadi gol tercepat yang pernah diterima Barcelona di abad ke-21. Sekitar 15 menit kemudian, Zaragoza menambah satu lagi dengan tendangan luar kaki yang melengkung ke sudut atas gawang, memperlebar keunggulan Granada menjadi 2-0.
Balasan Barcelona dan Catatan Rekor Pemuda
Barcelona tidak tinggal diam. Pada menit ke-44, Lamine Yamal, pemain berusia 16 tahun 87 hari, berhasil mencetak gol penyeimbang yang menjadikannya pencetak gol termuda dalam sejarah La Liga. Gol Yamal datang setelah umpan singkat dari Felix, menandai momen penting bagi sang talenta muda.
Menjelang menit ke-88, Sergi Roberto yang masuk sebagai pengganti, mengeksekusi sundulan tepat ke arah gawang, mengubah skor menjadi 2-2 setelah menelan umpan rendah dari Alejandro Balde. Upaya Barcelona untuk meraih kemenangan di menit-menit akhir terhenti ketika Ferran Torres dinyatakan offside meskipun tidak menyentuh bola secara langsung.
Komentar Pelatih dan Harapan Tim
Paco López, pelatih Granada, mengungkapkan kebanggaannya atas performa tim meski tetap berada di zona degradasi. “Saya bangga dengan tim, terutama dengan Bryan yang masih muda. Kami berharap dia tetap rendah hati dan terus berkembang,” ujar López dalam konferensi pasca pertandingan.
Sementara itu, Xavi Hernández, pelatih Barcelona, mengakui bahwa Granada bermain agresif dan menciptakan peluang yang seharusnya menghasilkan lebih banyak poin. “Kami mendominasi, namun kesalahan kami sendiri yang membuat hasilnya imbang. Satu poin saja tidak cukup bagi kami,” kata Xavi.
Posisi Klasemen dan Tantangan Kedepan
Dengan hasil imbang ini, Granada tetap berada di posisi ke-19 dengan 28 poin, hanya dua poin di atas zona aman. Tim harus menambah poin dalam pertandingan-pertandingan berikutnya untuk menghindari relegasi, terutama menghadapi lawan-lawan kuat lain di sisa musim.
Barcelona, yang masih menjadi tim tak terkalahkan di La Liga, tetap berada di posisi ketiga dengan selisih tiga poin dari Real Madrid dan satu poin di belakang Girona. Kekalahan ini tidak mengubah posisi mereka dalam perburuan gelar, namun menambah tekanan untuk mengamankan kemenangan di laga-laga selanjutnya.
Statistik Penting
- Granada: 2 gol (Bryan Zaragoza 2), penguasaan bola 48%
- Barcelona: 2 gol (Lamine Yamal, Sergi Roberto), penguasaan bola 52%
- Jumlah tembakan: Granada 12, Barcelona 16
- Kartu kuning: Granada 2, Barcelona 3
Keberhasilan Granada menahan serangan Barcelona menunjukkan kualitas tim yang mampu bersaing meski berada di zona bawah klasemen. Pertandingan ini menambah catatan penting bagi kedua tim: Granada memperoleh poin krusial, sementara Barcelona harus memperbaiki konsistensi sebelum menutup musim.
Dengan sisa pertandingan yang menegangkan, Granada harus mengoptimalkan strategi pertahanan dan mencari peluang melalui serangan balik, sementara Barcelona perlu memanfaatkan keunggulan kualitas pemain untuk kembali menguasai puncak klasemen.




