Gubernur: Rute Pontianak–Singapura Perluas Akses Ekspor Kalbar
Gubernur: Rute Pontianak–Singapura Perluas Akses Ekspor Kalbar

Gubernur: Rute Pontianak–Singapura Perluas Akses Ekspor Kalbar

Frankenstein45.Com – 30 Juni 2026 | Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengungkapkan bahwa peluncuran penerbangan langsung antara Pontianak dan Singapura menjadi terobosan penting dalam upaya memperluas jaringan ekspor provinsi. Menurutnya, rute ini akan menghubungkan produk-produk unggulan Kalimantan Barat—seperti kelapa sawit, kayu, hasil pertanian, dan barang manufaktur—ke pasar internasional yang lebih luas melalui hub logistik Singapura.

Ria menambahkan bahwa penerbangan nonstop ini tidak hanya mempersingkat waktu transit, melainkan juga menurunkan biaya pengiriman barang. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk Kalbar di pasar global dan menarik lebih banyak investor asing.

  • Pengurangan waktu pengiriman: Dari beberapa hari menjadi hanya beberapa jam antara Pontianak dan pelabuhan atau bandara di Singapura.
  • Penurunan biaya logistik: Mengurangi kebutuhan akan transit darat dan pelayaran tambahan.
  • Peningkatan volume ekspor: Diharapkan dapat menambah nilai ekspor tahunan Kalbar secara signifikan.
  • Peluang investasi: Mempermudah akses investor asing yang ingin menyalurkan barang melalui jaringan penerbangan ini.

Pemerintah provinsi telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan serta otoritas bandara di kedua negara untuk memastikan kelancaran operasional. Jadwal penerbangan pertama direncanakan mulai kuartal kedua tahun ini, dengan frekuensi awal dua kali seminggu yang dapat ditingkatkan sesuai permintaan pasar.

Selain manfaat ekonomi, Gubernur Ria juga menekankan bahwa rute ini dapat meningkatkan mobilitas warga Kalimantan Barat, baik untuk keperluan bisnis maupun pariwisata. Dengan akses yang lebih cepat ke Singapura, pelaku usaha lokal dapat lebih mudah mengikuti pameran internasional, seminar, dan peluang bisnis lainnya.

Secara keseluruhan, peluncuran rute Pontianak–Singapura diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai kontributor utama dalam perekonomian nasional.