Gus Ipul Klarifikasi Tuduhan Korupsi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu: Itu Pemberian Khofifah!
Gus Ipul Klarifikasi Tuduhan Korupsi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu: Itu Pemberian Khofifah!

Gus Ipul Klarifikasi Tuduhan Korupsi Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700 Ribu: Itu Pemberian Khofifah!

Frankenstein45.Com – 06 Mei 2026 | Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau lebih dikenal dengan Gus Ipul, memberikan klarifikasi terkait tuduhan korupsi seputar program Sepatu Sekolah Rakyat yang menelan biaya Rp 27 miliar. Isu tersebut menyebutkan bahwa harga satu pasang sepatu yang diklaim Rp 700 ribu tidak sesuai dengan harga pasar sepatu lokal.

Gus Ipul menegaskan bahwa sepatu‑sepatu tersebut merupakan pemberian dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang disalurkan secara khusus kepada siswa‑siswa yang membutuhkan. Menurutnya, tidak ada proses lelang atau pengadaan yang melibatkan dana publik secara langsung, melainkan bantuan pribadi dari Khofifah.

Berikut poin‑poin penting dalam klarifikasi Gus Ipul:

  • Anggaran resmi program Sepatu Sekolah Rakyat sebesar Rp 27 miliar, dialokasikan untuk pembelian sepatu bagi ribuan pelajar di seluruh Indonesia.
  • Harga pasar sepatu lokal berkisar antara Rp 200‑300 ribu per pasang, jauh lebih rendah dibandingkan klaim Rp 700 ribu.
  • Gus Ipul menolak adanya indikasi penyalahgunaan dana dan menyatakan bahwa sepatu dengan harga Rp 700 ribu merupakan hadiah khusus dari Khofifah, bukan pembelian pemerintah.
  • Ia menuntut media untuk berhenti menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menegaskan komitmen transparansi kementerian sosial.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut tabel perbandingan perkiraan biaya:

Keterangan Jumlah
Anggaran Program Rp 27 miliar
Jumlah Sepatu yang Diberikan ≈ 38.500 pasang
Harga Rata‑rata Pasar Rp 250 ribu per pasang
Harga yang Diklaim Rp 700 ribu per pasang

Gus Ipul menutup klarifikasinya dengan mengingatkan bahwa setiap bantuan sosial harus dilihat dalam konteks niat baik dan bukan dijadikan ajang fitnah. Ia mengajak semua pihak untuk menunggu hasil audit resmi sebelum menarik kesimpulan akhir.