Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI) HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Lilir, baru-baru ini mengungkapkan faktor-faktor kunci yang dapat membuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) berkembang pesat di seluruh Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah wawancara yang menyoroti tantangan serta peluang dalam penyediaan makanan bergizi bagi anak-anak dan masyarakat kurang mampu.
- Kolaborasi lintas sektor: Pemerintah, organisasi non‑pemerintah, serta sektor swasta perlu bekerja sama dalam penyediaan bahan makanan, logistik, dan pendanaan.
- Penguatan kapasitas lokal: Melibatkan komunitas setempat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan program meningkatkan rasa memiliki dan memastikan keberlanjutan.
- Pemantauan dan evaluasi berkelanjutan: Sistem monitoring yang transparan membantu mengidentifikasi hambatan secara cepat dan menyesuaikan strategi.
- Pendidikan gizi: Menyertakan program edukasi tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak dan ibu hamil memperkuat dampak jangka panjang.
- Model pembiayaan berkelanjutan: Menggabungkan dana pemerintah dengan sumbangan perusahaan serta inisiatif crowdfunding dapat menstabilkan aliran dana.
Gus Lilir menekankan bahwa tanpa adanya koordinasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan, program MBG berisiko terhenti di tengah jalan. Ia juga menambahkan bahwa NBI siap menjadi fasilitator utama dalam menghubungkan pihak‑pihak terkait, serta memberikan pelatihan bagi relawan di lapangan.
Dengan mengimplementasikan kunci‑kunci tersebut, Gus Lilir optimis program MBG dapat melampaui target awal, menjangkau lebih banyak daerah terpencil, dan pada akhirnya menurunkan angka stunting serta masalah gizi buruk di Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif, baik melalui donasi, sukarelawan, atau penyebaran informasi, demi mewujudkan generasi yang lebih sehat dan produktif.




