Frankenstein45.Com – 06 April 2026 | Gus Lilur, tokoh senior Nahdlatul Ulama, menegaskan pentingnya Muktamar Nasional tahun 2026 berlangsung tanpa campur tangan politik uang dan praktik korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan internal PBNU yang membahas agenda persiapan muktamar mendatang.
- Merusak kepercayaan anggota terhadap kepemimpinan PBNU.
- Mengalihkan fokus organisasi dari tugas keagamaan dan sosial ke kepentingan pribadi.
- Meningkatkan peluang terjadinya korupsi dalam pengelolaan dana.
Gus Lilur juga mengajak seluruh jajaran PBNU untuk melakukan pembersihan internal, termasuk audit keuangan, peninjauan kembali prosedur pemilihan, serta penegakan sanksi tegas bagi pelanggar. Ia menekankan bahwa upaya ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah strategis untuk menjaga kredibilitas NU di mata masyarakat luas.
Beberapa langkah konkret yang diusulkan meliputi:
- Pembentukan tim independen yang bertugas memantau proses pemilihan kepengurusan.
- Transparansi publik terhadap sumber dana kampanye internal.
- Penerapan sistem verifikasi keuangan berbasis teknologi informasi.
Gus Lilur menutup pidatonya dengan harapan bahwa Muktamar 2026 akan menjadi momentum penyucian nilai-nilai kejujuran dan kebersamaan, serta menjadi contoh bagi organisasi keagamaan lain di Indonesia.




