Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya

Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya

Frankenstein45.Com – 19 Mei 2026 | Memasuki periode musim kering tahun ini, sektor pertanian di Indonesia diprediksi akan menghadapi tekanan yang signifikan. Risiko cuaca ekstrem dan kemungkinan kemarau panjang mengancam produktivitas tanaman, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dinas Pertanian serta lembaga penyuluhan pertanian menggelar serangkaian kegiatan edukasi bagi petani. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengubah pola budidaya agar lebih tahan terhadap kondisi kering.

Materi yang disampaikan meliputi manajemen irigasi yang efisien, pemilihan varietas tahan kekeringan, rotasi tanaman, konservasi tanah, serta teknik mulsa. Petani juga diberikan pelatihan praktis tentang penggunaan teknologi sederhana seperti sensor kelembaban tanah.

  • Mengoptimalkan sistem irigasi tetes atau sprinkler untuk mengurangi kehilangan air.
  • Mengganti tanaman rawan kekeringan dengan varietas yang memiliki toleransi tinggi, misalnya jagung hibrida atau kacang hijau.
  • Menerapkan rotasi antara tanaman pangan dan legum untuk memperbaiki struktur tanah.
  • Menutup tanah dengan mulsa organik atau plastik untuk menahan kelembaban.
  • Memanfaatkan data cuaca lokal melalui aplikasi seluler untuk menyesuaikan jadwal tanam.

Para peserta menyatakan bahwa edukasi ini memberikan pandangan baru tentang cara mengelola lahan di tengah ancaman kemarau. Seorang petani dari Kabupaten Bandung mengatakan, “Dengan teknik irigasi yang tepat, kami dapat menurunkan penggunaan air hingga 30 % tanpa mengurangi hasil panen.”

Dengan adopsi pola budidaya yang lebih adaptif, diharapkan produksi pertanian di Jawa Barat tetap stabil meski musim kemarau berkepanjangan. Langkah ini juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.