Hadiri Forum Internasional di Kamboja, Dirjen Imigrasi Singgung Keberhasilan Polri Tangkap 210 WNA di Batam
Hadiri Forum Internasional di Kamboja, Dirjen Imigrasi Singgung Keberhasilan Polri Tangkap 210 WNA di Batam

Hadiri Forum Internasional di Kamboja, Dirjen Imigrasi Singgung Keberhasilan Polri Tangkap 210 WNA di Batam

Frankenstein45.Com – 26 Juni 2026 | Direktur Jenderal Imigrasi, Budi Rahayu, mewakili Kementerian Hukum dan HAM RI dalam sebuah forum internasional yang diselenggarakan di Kamboja. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyoroti keberhasilan kepolisian Indonesia yang berhasil menangkap 210 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam kegiatan penyelundupan manusia di Pulau Batam.

Penangkapan tersebut dianggap sebagai bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan otoritas imigrasi dalam menegakkan kedaulatan perbatasan serta melindungi warga negara Indonesia dari ancaman kejahatan lintas negara.

  • Jumlah WNA yang ditangkap: 210 orang.
  • Lokasi operasi: Kawasan industri dan pelabuhan di Batam.
  • Fokus utama: Penyidikan jaringan penyelundupan tenaga kerja ilegal dan perdagangan orang.
  • Hasil: Penyitaan dokumen palsu, kendaraan, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Dalam forum Kamboja, Budi Rahayu menekankan bahwa penguatan sistem imigrasi dan pengawasan terhadap pergerakan WNA menjadi prioritas utama. Ia mengusulkan peningkatan kerjasama informasi antar negara serta penggunaan teknologi biometrik untuk mempercepat proses verifikasi identitas.

Selain itu, delegasi Indonesia menyampaikan rencana pelatihan bersama bagi petugas imigrasi dan kepolisian dalam rangka meningkatkan kapasitas penanganan kasus lintas batas. Diskusi juga mencakup upaya harmonisasi regulasi imigrasi di kawasan Asia Tenggara agar lebih efektif dalam memerangi kejahatan transnasional.

Keberhasilan penangkapan 210 WNA di Batam menjadi contoh konkret keberhasilan kebijakan gabungan antara imigrasi dan kepolisian. Diharapkan langkah-langkah yang dibahas dalam forum tersebut dapat diterapkan secara lebih luas, memperkuat pertahanan perbatasan Indonesia, serta menurunkan angka penyelundupan manusia di masa mendatang.