Frankenstein45.Com – 03 Mei 2026 | Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Dr. Hadawiah Harita, akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk mempercepat peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) di Indonesia. Menurutnya, pendidikan tidak lagi sekadar menyiapkan lulusan yang memiliki pengetahuan teoritis, melainkan harus menghasilkan tenaga kerja yang siap bersaing di era digital dan global.
Dr. Hadawiah menyoroti beberapa tantangan utama yang harus dihadapi oleh sistem pendidikan nasional, antara lain:
- Kesenjangan antara kurikulum yang diajarkan di lembaga pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja.
- Keterbatasan akses terhadap teknologi informasi dan pembelajaran daring, terutama di daerah terpencil.
- Kurangnya pelatihan bagi tenaga pendidik dalam menerapkan metodologi pembelajaran berbasis kompetensi.
Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengusulkan beberapa langkah strategis:
- Pembaruan Kurikulum Nasional: Mengintegrasikan kompetensi digital, kewirausahaan, dan soft skill ke dalam semua jenjang pendidikan.
- Peningkatan Kualitas Tenaga Pendidik: Mengadakan program sertifikasi dan pelatihan berkelanjutan bagi guru serta dosen, dengan fokus pada metodologi pembelajaran aktif.
- Kolaborasi Industri dan Akademisi: Membentuk kemitraan antara perguruan tinggi, sekolah, dan dunia usaha untuk menciptakan program magang dan proyek berbasis masalah nyata.
- Pemerataan Infrastruktur Teknologi: Mempercepat pembangunan jaringan internet berkecepatan tinggi di seluruh wilayah, serta menyediakan perangkat pembelajaran digital yang terjangkau.
- Evaluasi Berbasis Data: Menggunakan sistem informasi pendidikan yang terintegrasi untuk memantau progres kualitas belajar mengajar secara real‑time.
Dr. Hadawiah menekankan pentingnya peran semua pemangku kepentingan—pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta masyarakat—untuk bersama‑sama menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan responsif. Ia menutup pernyataannya dengan harapan bahwa Hardiknas kali ini dapat menjadi momentum transformasi nyata, sehingga generasi mendatang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemampuan praktis yang dapat meningkatkan daya saing Indonesia di kancah internasional.




