Frankenstein45.Com – 25 Mei 2026 | Jakarta, 25 Mei 2026 – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan tren naik pada perdagangan pagi ini, menambah tekanan pada pasar logam mulia nasional. Harga jual emas Antam tercatat sebesar Rp2.803.000 per gram, naik Rp30.000 dari level sebelumnya Rp2.773.000. Kenaikan tersebut sekaligus mendorong harga emas Antam menembus angka Rp2,8 juta per gram untuk pertama kalinya dalam pekan ini.
Data resmi yang diambil dari portal Logam Mulia pada pukul 09.10 WIB mengonfirmasi peningkatan harga tersebut. Sementara itu, harga buyback (penjualan kembali) emas Antam juga mengalami kenaikan, mencapai Rp2.612.000 per gram, menandakan permintaan pembeli kembali yang tetap kuat.
Harga Emas Antam di Pegadaian
Pegadaian, sebagai salah satu kanal distribusi utama emas Antam, melaporkan bahwa harga jual dan buyback untuk berbagai pecahan logam tetap stabil dibandingkan hari sebelumnya. Berikut rangkuman harga jual dan buyback di Pegadaian per 25 Mei 2026:
| Ukuran | Harga Jual (Rp) | Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 gram | 1.488.000 | 1.293.000 |
| 1 gram | 2.871.000 | 2.587.000 |
| 2 gram | 5.679.000 | 5.174.000 |
| 5 gram | 14.118.000 | 12.936.000 |
| 10 gram | 28.178.000 | 25.872.000 |
| 50 gram | 140.548.000 | 128.724.000 |
| 100 gram | 281.015.000 | 257.449.000 |
Ukuran 250 gram hingga 1.000 gram belum tersedia pada hari ini di Pegadaian.
Kenaikan Harga Perak Antam
Selain emas, perak Antam juga mengalami kenaikan signifikan. Harga perak Antam tercatat Rp51.400 per gram, naik Rp1.850 dari level sebelumnya Rp49.550. Kenaikan tersebut selaras dengan pergerakan harga perak dunia yang naik 2,91 % menjadi USD 77,54 per ounce, dipengaruhi oleh optimisme terkait potensi kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran serta meredanya kekhawatiran inflasi global.
Antam menawarkan perak batangan dengan berat 250 gram dan 500 gram. Harga perak batangan 250 gram berada pada Rp13.375.000, sementara batangan 500 gram dihargai Rp25.825.000.
Faktor Penggerak Pasar Logam Mulia
- Geopolitik: Perkembangan negosiasi AS‑Iran menurunkan ketidakpastian geopolitik, yang biasanya menjadi pemicu permintaan safe‑haven seperti emas.
- Inflasi dan Suku Bunga: Kekhawatiran inflasi di pasar utama tetap tinggi, sementara kebijakan moneter bank sentral masih berpotensi mengencangkan suku bunga, mendukung nilai tukar emas.
- Harga Logam Dunia: Harga emas spot internasional berada pada level tertinggi mingguan, menambah dorongan pada harga domestik.
Implikasi bagi Investor
Para investor ritel yang memanfaatkan Antam sebagai sarana diversifikasi aset perlu memperhatikan selisih antara harga jual dan buyback. Selisih tersebut, yang disebut spread, menentukan profitabilitas transaksi. Dengan spread saat ini berkisar antara Rp190.000 hingga Rp23.000.000 tergantung pada ukuran pecahan, investor dapat mengoptimalkan pembelian pada pecahan dengan spread lebih kecil.
Selain itu, regulasi perpajakan tetap menjadi pertimbangan penting. Pembelian emas dikenakan PPh 22 dengan tarif 0,25 % bagi pemegang NPWP, sedangkan penjualan kembali (buyback) dengan nilai transaksi di atas Rp10 juta dikenai pemotongan pajak langsung oleh Antam.
Investor yang menimbang strategi jangka panjang dapat memanfaatkan kenaikan harga sebagai sinyal bullish, namun tetap disarankan untuk melakukan penilaian risiko secara menyeluruh, mengingat volatilitas pasar logam mulia masih dipengaruhi oleh faktor eksternal yang dinamis.
Secara keseluruhan, kenaikan harga emas dan perak Antam pada 25 Mei 2026 mencerminkan sentimen positif pasar domestik yang dipicu oleh pergerakan harga global serta dinamika geopolitik. Meskipun harga menunjukkan tren naik, pelaku pasar disarankan untuk tetap memperhatikan kebijakan pajak, spread buyback, dan faktor risiko eksternal sebelum mengambil keputusan investasi.




