Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Data terbaru mengungkap bahwa harga dasar Pertalite tanpa intervensi subsidi pemerintah telah mencapai Rp16.088 per liter.
Dengan skema subsidi yang berlaku, konsumen biasanya membayar sekitar Rp10.000 per liter, sehingga selisih antara harga asli dan harga yang dibayar publik mencapai kira‑kira Rp6.000. Selisih ini bahkan lebih tinggi dibandingkan selisih subsidi pada bahan bakar premium, Pertamax.
Berita ini memicu keheranan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama karena kenaikan harga bahan bakar berdampak langsung pada biaya transportasi dan harga barang kebutuhan sehari‑hari.
Berikut perbandingan singkat antara harga asli dan harga bersubsidi untuk beberapa jenis bahan bakar:
| Jenis BBM | Harga Tanpa Subsidi (Rp/L) | Harga Bersubsidi (Rp/L) |
|---|---|---|
| Pertalite | 16.088 | 10.000‑10.500 |
| Pertamax | 15.500 | 9.500‑10.000 |
Para analis menilai bahwa selisih subsidi yang cukup besar ini dapat menambah beban fiskal negara, sekaligus menurunkan daya beli konsumen. Pemerintah diperkirakan akan meninjau kembali besaran subsidi atau mencari alternatif pengurangan beban melalui kebijakan lain.
Untuk sementara, konsumen diimbau menghemat penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatkan transportasi umum guna mengurangi dampak kenaikan harga bahan bakar.




