Frankenstein45.Com – 02 April 2026 | Harga avtur (bahan bakar pesawat terbang) di beberapa bandara di Indonesia mengalami lonjakan signifikan pada April 2026, dengan beberapa titik mencapai Rp 25.000 per liter. Kenaikan ini diumumkan resmi oleh PT Pertamina, yang menjadi pemasok utama avtur di tanah air.
Penyesuaian harga tersebut dipicu oleh kombinasi faktor, antara lain naiknya harga minyak mentah di pasar internasional, fluktuasi nilai tukar rupiah, serta biaya operasional logistik yang semakin tinggi. Dampak langsungnya terasa pada maskapai penerbangan, yang harus menyesuaikan tarif tiket atau menanggung beban biaya tambahan.
| Bandara | Harga Avtur (Rp/Liter) |
|---|---|
| Bandara Internasional Soekarno‑Hatta (Jakarta) | 25.000 |
| Bandara Internasional Juanda (Surabaya) | 24.500 |
| Bandara Internasional Kualanamu (Medan) | 24.000 |
| Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (Makassar) | 23.800 |
| Bandara Internasional Ngurah Rai (Bali) | 23.600 |
Berbagai maskapai telah mengeluarkan pernyataan resmi. Sebagian besar menyatakan akan meninjau kembali struktur tarif untuk menyeimbangkan beban biaya, sementara yang lain menegaskan akan menjaga kestabilan harga tiket bagi penumpang dengan mengoptimalkan efisiensi operasional.
Para analis pasar energi memperkirakan bahwa tren kenaikan harga avtur dapat berlanjut selama kuartal berikutnya, mengingat ketidakpastian geopolitik dan volatilitas harga minyak dunia. Mereka menyarankan agar pemerintah dan regulator mempertimbangkan kebijakan subsidi atau insentif bagi sektor penerbangan guna meredam dampak inflasi pada tarif penerbangan.
Untuk konsumen, kenaikan harga avtur berpotensi berimbas pada peningkatan harga tiket pesawat, terutama pada rute domestik yang sensitif terhadap biaya bahan bakar. Oleh karena itu, para penumpang disarankan untuk memantau harga tiket lebih awal dan memanfaatkan promo atau diskon yang ditawarkan maskapai.




