Frankenstein45.Com – 20 Mei 2026 | JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, termasuk Pertalite dan Biosolar, meskipun harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa minggu terakhir.
Beberapa faktor yang mendasari keputusan ini antara lain:
- Kepastian energi: Menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil dianggap penting untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga, terutama bagi lapisan masyarakat berpendapatan rendah.
- Stabilitas inflasi: Harga BBM yang naik dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa lain, sehingga pemerintah berupaya menahan laju inflasi.
- Komitmen politik: Pemerintah telah menyatakan sejak awal masa jabatan bahwa subsidi BBM tidak akan dipotong secara tiba-tiba.
Untuk menutupi selisih antara harga pasar internasional dan harga jual dalam negeri, pemerintah memperkuat mekanisme subsidi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta menambah alokasi dana khusus energi.
Pengamat pasar energi mencatat bahwa meski kebijakan ini menambah beban fiskal, langkah tersebut dapat mencegah potensi kerusuhan sosial yang sering kali muncul bila harga BBM tiba‑tiba naik. Namun, mereka juga mengingatkan perlunya reformasi jangka panjang, termasuk peningkatan efisiensi energi dan diversifikasi sumber energi, agar beban subsidi tidak menjadi beban struktural bagi negara.
Secara keseluruhan, keputusan untuk mempertahankan harga BBM bersubsidi tanpa kenaikan menunjukkan prioritas pemerintah dalam melindungi daya beli konsumen sambil terus memantau dinamika pasar minyak global.




