Frankenstein45.Com – 19 April 2026 | Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyatakan bahwa peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi merupakan langkah yang logis dan tidak akan menurunkan daya beli masyarakat secara signifikan.
- BBM non subsidi hanya menyasar segmen pengguna yang sudah terbiasa dengan harga pasar, sehingga tidak menambah beban pada kelompok berpenghasilan rendah yang lebih mengandalkan BBM subsidi.
- Angka inflasi secara keseluruhan diperkirakan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia, berkat kebijakan moneter yang ketat.
- Pemerintah terus mengoptimalkan subsidi energi untuk kelompok rentan, sehingga perlindungan daya beli tetap terjaga.
Fahmy Radhi juga menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi dan peningkatan efisiensi kendaraan sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ia menambahkan bahwa jika konsumen dapat beralih ke transportasi publik atau kendaraan berbahan bakar alternatif, tekanan pada pengeluaran rumah tangga akan berkurang.
Secara keseluruhan, meskipun harga BBM non subsidi mengalami kenaikan, mekanisme pasar dan kebijakan pemerintah diproyeksikan dapat menahan laju penurunan daya beli masyarakat.




