Harga Emas Antam dan Pegadaian Kompak Turun pada Kamis, Ini Penyebabnya!
Harga Emas Antam dan Pegadaian Kompak Turun pada Kamis, Ini Penyebabnya!

Harga Emas Antam dan Pegadaian Kompak Turun pada Kamis, Ini Penyebabnya!

Frankenstein45.Com – 14 Mei 2026 | Jakarta, 14 Mei 2026 – Pada perdagangan pagi ini, harga emas di Pegadaian menunjukkan pola yang menarik. Sementara produk UBS dan Galeri24 tetap pada level yang sama dengan hari sebelumnya, emas buatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan. Pergerakan ini menjadi sorotan investor ritel dan institusi yang rutin memantau harga logam mulia sebagai barometer stabilitas ekonomi.

Rincian Harga per Gram pada Kamis, 14 Mei 2026

  • UBS: Rp 2.887.000
  • Galeri24: Rp 2.836.000
  • Antam: Rp 2.939.000 (turun dari Rp 2.960.000 pada Rabu)

Penurunan Antam sebesar Rp 21.000 per gram menandai pergeseran pertama dalam minggu ini, setelah dua hari sebelumnya harga Antam sempat stabil di kisaran Rp 2.839.000 per gram pada platform Logam Mulia. Data resmi Sahabat Pegadaian mengonfirmasi bahwa harga jual Antam untuk ukuran 0,5 gram berada di Rp 1.522.000, sementara harga beli kembali (buyback) tercatat Rp 1.328.000.

Harga Jual dan Buyback Antam Berdasarkan Ukuran

Ukuran Harga Jual Buyback
0,5 gram Rp 1.522.000 Rp 1.328.000
1 gram Rp 2.939.000 Rp 2.657.000
2 gram Rp 5.815.000 Rp 5.314.000
5 gram Rp 14.459.000 Rp 13.287.000
10 gram Rp 28.861.000 Rp 26.574.000
50 gram Rp 143.964.000 Rp 132.223.000
100 gram Rp 287.846.000 Rp 264.447.000

Sementara itu, UBS dan Galeri24 tetap pada harga yang sama dengan perdagangan sebelumnya. UBS diperdagangkan dalam kisaran 0,5 gram hingga 500 gram, dengan harga satu gram Rp 2.887.000. Galeri24 menawarkan variasi ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, dan satu gram dijual seharga Rp 2.836.000.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penurunan Antam

Penurunan harga emas Antam tidak lepas dari dinamika pasar internasional. Dolar Amerika menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, menekan harga komoditas berdenominasi dolar termasuk emas. Selain itu, data inflasi terbaru yang menunjukkan penurunan tekanan harga di beberapa negara maju menurunkan ekspektasi investor untuk membeli safe‑haven seperti emas.

Di dalam negeri, kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap menjaga suku bunga pada level stabil turut menambah tekanan pada permintaan emas ritel. Kenaikan suku bunga secara teoritis meningkatkan biaya peluang menahan aset non‑produktif, sehingga sebagian pembeli menunda atau mengalihkan alokasi dana ke instrumen berbunga.

Reaksi Pasar dan Antisipasi Selanjutnya

Pedagang logam mulia di jaringan Pegadaian melaporkan adanya pergerakan volume transaksi yang relatif stabil, meski harga Antam sedikit menurun. Hal ini menunjukkan bahwa penurunan harga belum memicu panic sell‑off, melainkan lebih kepada penyesuaian alami dalam rentang harian.

Para analis memperkirakan bahwa selama dolar AS tetap kuat dan data inflasi global tetap berada dalam kisaran moderat, harga emas dapat terus berfluktuasi dalam zona Rp 2.800.000‑Rp 3.000.000 per gram. Jika terdapat gejolak geopolitik atau penurunan nilai tukar rupiah, harga Antam berpotensi kembali naik, mengingat permintaan domestik yang kuat untuk perhiasan dan investasi jangka panjang.

Investor disarankan untuk memantau tidak hanya harga jual di Pegadaian, tetapi juga kurs beli kembali (buyback) yang dapat memberikan gambaran likuiditas pasar. Perubahan kecil pada selisih jual‑beli dapat menjadi indikator awal pergeseran sentimen.

Secara keseluruhan, meskipun UBS dan Galeri24 menunjukkan stabilitas, penurunan Antam pada Kamis ini menjadi sinyal bahwa pasar emas Indonesia masih sensitif terhadap faktor eksternal. Pengamat ekonomi menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan pemantauan reguler terhadap indikator makro untuk mengoptimalkan keputusan investasi pada logam mulia.