Frankenstein45.Com – 17 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan signifikan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda. Penurunan ini berdampak langsung pada pasar energi global, termasuk Indonesia, yang mengimpor sebagian besar kebutuhan bahan bakar minyak.
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan akan menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sesuai mekanisme pasar. Menteri ESDM menegaskan bahwa penyesuaian harga akan dilakukan secepatnya demi menurunkan beban konsumen.
Berikut adalah rangkuman faktor utama yang memengaruhi penurunan harga minyak dunia:
- Redanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
- Peningkatan produksi minyak di beberapa negara OPEC+.
- Kelebihan pasokan global yang menekan harga spot.
Data harga minyak Brent dan harga patokan BBM non-subsidi di Indonesia selama tiga minggu terakhir:
| Minggu | Harga Brent (USD/bbl) | Patokan BBM Non-subsidi (Rp/liter) |
|---|---|---|
| Minggu 1 | 84,50 | 13.500 |
| Minggu 2 | 81,20 | 13.200 |
| Minggu 3 | 78,10 | 12.900 |
Dengan harga Brent yang terus turun, kementerian berencana menurunkan patokan BBM non-subsidi dalam beberapa hari ke depan. Penurunan harga diperkirakan akan memberikan manfaat langsung bagi pengendara roda empat dan lima, serta menurunkan tekanan inflasi pada sektor transportasi.
Menteri ESDM menambahkan bahwa penyesuaian harga akan tetap memperhatikan stabilitas fiskal dan kepastian pasokan. Pemerintah akan terus memantau pergerakan pasar internasional dan menyesuaikan kebijakan secara dinamis.




