Frankenstein45.Com – 15 Juni 2026 | Pada pembukaan perdagangan di pasar Asia Senin, 15 Juni 2026, harga minyak mentah turun tajam setelah Pakistan, yang berperan sebagai mediator, mengumumkan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Pengumuman tersebut menurunkan ketegangan geopolitik yang sebelumnya menahan pasokan minyak di Timur Tengah.
Berita ini memicu aksi jual cepat di bursa komoditas, dengan Brent Crude turun sekitar 2,3% menjadi US$84,70 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,5% hingga US$80,10 per barel. Penurunan tersebut menandai penurunan terberat dalam dua minggu terakhir.
| Indeks | Harga Sebelumnya | Harga Setelah Pengumuman | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Brent Crude | US$86,70 | US$84,70 | -2,3 |
| WTI | US$82,30 | US$80,10 | -2,5 |
Para analis menilai bahwa penurunan harga bukan hanya reaksi sementara, melainkan indikasi bahwa pasar mulai menyesuaikan ekspektasi pasokan yang lebih stabil. Jika perdamaian dapat dipertahankan, volatilitas harga minyak diperkirakan akan berkurang dalam jangka menengah.
Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa faktor lain seperti permintaan global yang masih lemah dan kebijakan produksi OPEC+ tetap dapat menahan pemulihan harga. Oleh karena itu, para pelaku pasar disarankan untuk memantau perkembangan diplomatik lebih lanjut serta laporan persediaan minyak dari Amerika Serikat dan Eropa.




