Harga Perak Antam Turun Drastis ke Rp49.150/gram, Dampaknya bagi Investor dan Pasar Logam Mulia
Harga Perak Antam Turun Drastis ke Rp49.150/gram, Dampaknya bagi Investor dan Pasar Logam Mulia

Harga Perak Antam Turun Drastis ke Rp49.150/gram, Dampaknya bagi Investor dan Pasar Logam Mulia

Frankenstein45.Com – 29 Mei 2026 | Jakarta, 28 Mei 2026 – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 28 Mei 2026. Harga perak murni tercatat Rp49.150 per gram, turun Rp1.850 dari level sebelumnya Rp51.000 per gram. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan harga perak dunia yang melengkung ke US$71,91 per ounce, mencatat penurunan 3,15% dalam tiga minggu terakhir.

Rincian Harga Perak Antam

Berikut adalah harga resmi perak Antam per 28 Mei 2026 yang diambil dari data Logammulia.com:

  • Perak murni 1 gram: Rp49.150
  • Perak batangan 250 gram: Rp12.687.500 (sebelum PPN), dengan PPN 11% menjadi Rp14.083.125
  • Perak batangan 500 gram: Rp24.575.000 (sebelum PPN), dengan PPN 11% menjadi Rp27.278.250

Selain varian murni, Antam juga menawarkan perak heritage dengan ukuran 31,1 gram dan 186,6 gram. Harga perak heritage 31,1 gram tercatat Rp2.076.370 (sebelum PPN), atau Rp2.304.771 setelah PPN 11%; sedangkan perak heritage 186,6 gram berharga Rp11.336.686 sebelum pajak, atau Rp12.583.721 setelah PPN.

Faktor Penyebab Penurunan

Penurunan harga perak Antam dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal. Pertama, pasar perak global tertekan akibat kekhawatiran geopolitik, khususnya laporan serangan baru Amerika Serikat terhadap situs militer Iran yang menurunkan ekspektasi terwujudnya kesepakatan damai. Kedua, tekanan inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral yang cenderung menahan permintaan logam mulia sebagai lindung nilai. Ketiga, pergerakan dolar AS yang menguat, menjadikan harga logam dalam mata uang lokal lebih mahal bagi pembeli domestik.

Implikasi Bagi Investor dan Pelaku Pasar

Bagi investor ritel, penurunan harga perak dapat menjadi peluang beli kembali (buy‑back) terutama bagi mereka yang mengincar diversifikasi portofolio dengan logam mulia. Namun, volatilitas yang tinggi mengharuskan investor menilai risiko likuiditas, terutama pada varian batangan berukuran besar yang memerlukan modal signifikan.

Pedagang dan butik logam mulia, termasuk jaringan Butik Emas LM di Surabaya, diperkirakan akan menyesuaikan strategi penjualan dengan menonjolkan harga promo serta menambah penawaran paket kombinasi perak‑emas. Di sisi lain, lembaga keuangan yang menyediakan layanan gadai atau investasi logam mulia perlu memperbarui nilai jaminan (collateral) sesuai dengan harga pasar terbaru.

Hubungan Harga Perak dengan Harga Emas Antam

Secara bersamaan, harga emas Antam juga mengalami koreksi. Pada hari yang sama, harga emas per gram turun menjadi Rp2.754.000, turun Rp33.000 dari level sebelumnya. Penurunan emas dan perak sekaligus mencerminkan tekanan makroekonomi yang meluas, termasuk ekspektasi kenaikan suku bunga dan pelemahan daya beli konsumen.

Investor yang mempertimbangkan alokasi antara emas dan perak sebaiknya memperhatikan korelasi historis keduanya. Meskipun keduanya biasanya bergerak searah, perak cenderung lebih sensitif terhadap perubahan suku bunga karena memiliki komponen industri yang lebih besar.

Secara keseluruhan, penurunan harga perak Antam pada 28 Mei 2026 menandai fase koreksi pasar logam mulia yang dipicu oleh dinamika geopolitik dan kebijakan moneter global. Pelaku pasar disarankan untuk memantau perkembangan harga dunia, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kebijakan Bank Indonesia guna mengoptimalkan keputusan investasi.

Investor yang mencari entry point yang lebih menguntungkan dapat menunggu stabilisasi harga atau memanfaatkan penurunan ini untuk menambah posisi dengan modal yang terukur. Pada saat yang sama, pedagang harus menyiapkan strategi pemasaran yang menekankan nilai historis perak sebagai aset tahan inflasi meski harga saat ini berada pada level terendah tiga minggu terakhir.