Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar non-subsidi tipe Pertamax. Kenaikan tersebut diharapkan membantu menjaga keseimbangan keuangan PT Pertamina (Persero) di tengah tekanan harga minyak dunia.
Berita ini memicu seruan dari beberapa pihak agar kebijakan subsidi BBM tetap terarah dan tidak menyasar konsumen yang tidak membutuhkan bantuan.
Dampak utama kenaikan harga
- Meningkatnya biaya operasional bagi transportasi komersial.
- Potensi inflasi pada sektor logistik.
- Pengurangan beban fiskal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) karena penurunan subsidi.
Perbandingan harga Pertamax
| Jenis | Harga Sebelum | Harga Setelah |
|---|---|---|
| Pertamax | Rp 10.500 per liter | Rp 11.500 per liter |
Pengamat ekonomi menilai langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mengoptimalkan subsidi BBM agar tepat sasaran, khususnya bagi kelompok berpenghasilan rendah dan daerah terpencil.
Pemerintah diharapkan terus memantau dampak harga terhadap konsumen dan menyesuaikan kebijakan subsidi secara dinamis, sehingga beban biaya bahan bakar tidak memberatkan lapisan masyarakat yang paling rentan.




