Frankenstein45.Com – 22 April 2026 | Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai momentum untuk meninjau kembali kontribusi perempuan dalam membangun bangsa. Di Kota Tangerang Selatan, Banten, perayaan tahun ini diwarnai oleh dua sosok inspiratif, Tini Indrayanthi Benyamin dan Truetami Ajeng, yang menjabat sebagai pilar utama dalam memajukan perempuan menjadi lebih cerdas dan mandiri.
Tini Indrayanthi Benyamin, seorang pengusaha sosial, telah meluncurkan program “Smart Women” yang menargetkan perempuan usia 18-35 tahun. Program ini menawarkan pelatihan digital, manajemen keuangan, serta pengembangan kepemimpinan melalui workshop intensif selama enam bulan. Peserta tidak hanya mendapatkan sertifikasi, tetapi juga akses jaringan mentor yang berpengalaman di bidang teknologi dan bisnis.
Truetami Ajeng, di sisi lain, mengelola yayasan komunitas yang fokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah pinggiran kota. Melalui inisiatif “Mandiri Bersama”, yayasan menyediakan modal mikro, pendampingan usaha, dan pelatihan keterampilan tradisional yang dapat dipasarkan secara online.
- Pelatihan digital: dasar coding, pemasaran media sosial, e‑commerce.
- Manajemen keuangan: perencanaan anggaran, investasi mikro, pengelolaan hutang.
- Kepemimpinan: public speaking, negosiasi, pengambilan keputusan.
- Modal mikro: pinjaman tanpa agunan dengan bunga rendah untuk usaha kecil.
- Pendampingan: kunjungan lapangan, konsultasi satu‑on‑one, grup diskusi.
Kedua inisiatif ini saling melengkapi; sementara Tini menyiapkan perempuan dengan kompetensi teknis, Truetami memberikan sarana praktis untuk mengaplikasikan ilmu tersebut dalam usaha nyata. Hasilnya, pada akhir tahun 2025, lebih dari 1.200 perempuan telah berhasil mendirikan atau mengembangkan usaha mereka, meningkatkan pendapatan rata‑rata sebesar 35% dibandingkan tahun sebelumnya.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah yang menyediakan ruang pelatihan gratis serta kolaborasi dengan sektor swasta yang menyumbangkan perangkat keras dan materi pembelajaran. Tini dan Truetami menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem yang berkelanjutan bagi perempuan.
Melalui contoh konkret ini, Hari Kartini tidak hanya menjadi peringatan sejarah, melainkan juga panggilan aksi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus menguatkan peran perempuan sebagai agen perubahan yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.




