Hasan Nasbi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum di Pemerintahan Prabowo Usai Pergantian Kepala BGN
Hasan Nasbi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum di Pemerintahan Prabowo Usai Pergantian Kepala BGN

Hasan Nasbi Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum di Pemerintahan Prabowo Usai Pergantian Kepala BGN

Frankenstein45.Com – 08 Juni 2026 | Jakarta, 8 Juni 2026 – Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali menjadi sorotan publik setelah diumumkannya pergantian Kepala Badan Geologi Nasional (BGN). Penunjukan Nani Deyang sebagai pengganti Kepala BGN sebelumnya disambut dengan harapan akan memperbaiki permasalahan yang selama ini mengganggu kinerja lembaga tersebut.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Hasan Nasbi menegaskan bahwa tidak ada individu yang kebal hukum di era pemerintahan Prabowo. “Kami menegaskan bahwa setiap pejabat, termasuk yang baru diangkat, tetap berada di bawah aturan hukum yang berlaku. Tidak ada ruang bagi penyalahgunaan jabatan atau perlindungan khusus,” ujarnya.

Penunjukan Nani Deyang diharapkan dapat memberikan solusi terhadap beberapa isu kritis yang melanda BGN, antara lain:

  • Penataan kembali manajemen sumber daya geologi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  • Penguatan mekanisme pengawasan internal guna mencegah praktik korupsi.
  • Peningkatan kualitas layanan publik, khususnya dalam penyediaan data geologi bagi sektor pertambangan dan infrastruktur.

Selain itu, Nasbi menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menegakkan akuntabilitas di semua lini aparatur negara. “Kebijakan penunjukan ini tidak sekadar rotasi jabatan, melainkan langkah strategis untuk memastikan bahwa BGN dapat menjalankan tugasnya dengan transparan dan bertanggung jawab,” katanya.

Para pengamat politik menilai bahwa langkah ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Prabowo bertekad menegakkan supremasi hukum, terutama dalam konteks penanganan isu-isu korupsi yang masih menjadi perhatian publik. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi ini sangat bergantung pada implementasi nyata di lapangan dan pengawasan berkelanjutan dari lembaga independen.

Dengan dinamika politik yang terus berkembang, publik akan terus memantau perkembangan selanjutnya, terutama bagaimana Nani Deyang mengelola BGN dan apakah kebijakan ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.