Frankenstein45.Com – 20 April 2026 | Utusan Khusus Presiden untuk bidang Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa beberapa kelemahan yang muncul dalam pelaksanaan program MBG (Masyarakat Berdaya Gizi) merupakan hal yang wajar dalam proses implementasi kebijakan baru. Menurutnya, tantangan tersebut mencerminkan fase adaptasi dan bukan indikasi kegagalan total.
Hashim menekankan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme koreksi untuk memperbaiki titik‑titik lemah tersebut, antara lain dengan meningkatkan koordinasi antar‑lembaga, menambah alokasi anggaran, serta memperkuat kapasitas teknis pada pihak pelaksana.
Berikut beberapa aspek yang diidentifikasi sebagai sumber kelemahan:
- Keterbatasan dana operasional pada tahap awal pelaksanaan.
- Kurangnya sinkronisasi antara instansi pusat dan daerah.
- Rendahnya pemahaman masyarakat tentang manfaat program.
- Persenjataan teknologi yang belum optimal.
Untuk mengatasi hal‑hal tersebut, Hashim mengusulkan langkah‑langkah berikut:
- Peningkatan anggaran khusus untuk pelatihan sumber daya manusia.
- Pembentukan tim lintas sektoral yang dapat memfasilitasi pertukaran informasi secara real‑time.
- Peluncuran kampanye edukasi publik yang menyoroti keuntungan jangka panjang MBG.
- Pengadaan perangkat dan sistem monitoring berbasis teknologi terbaru.
Hashim menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau dan menyesuaikan program MBG sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan kesejahteraan rakyat.







