Frankenstein45.Com – 12 Juni 2026 | Pertamina baru-baru ini mengumumkan rencana kenaikan tarif bahan bakar jenis Pertamax. Kebijakan tersebut menuai protes dari Hasto, Ketua DPRD Jawa Barat, yang menilai langkah itu dapat menggerus kemampuan ekonomi kelas menengah.
- Beban transportasi naik: Harga bahan bakar yang lebih tinggi akan langsung memengaruhi tarif angkutan umum dan biaya logistik, sehingga harga barang kebutuhan pokok berpotensi melambung.
- Daya beli menurun: Kelas menengah yang sudah merasakan tekanan inflasi akan semakin terbebani, menurunkan kemampuan mereka untuk mengakses layanan dasar.
- Risiko sosial: Kenaikan harga dapat memicu ketidakpuasan publik dan memperlebar kesenjangan ekonomi.
Hasto juga mengusulkan beberapa langkah alternatif yang dapat dijadikan prioritas sebelum menaikkan tarif bahan bakar, antara lain:
- Meningkatkan efisiensi subsidi dengan menyalurkan bantuan secara tepat sasaran.
- Mendorong penggunaan energi alternatif dan kendaraan berbahan bakar lebih efisien.
- Melakukan peninjauan kembali kebijakan pajak bahan bakar untuk mengurangi beban langsung pada konsumen.
Ia menekankan pentingnya dialog terbuka antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat guna menemukan solusi yang lebih berkeadilan. Dengan mengedepankan kebijakan yang mempertimbangkan kemampuan kelas menengah, diharapkan pertumbuhan ekonomi tetap stabil tanpa menimbulkan tekanan sosial yang berlebihan.




