Frankenstein45.Com – 08 April 2026 | Seorang anggota parlemen Hezbollah, Ibrahim Moussawi, menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dapat hancur total bila front Lebanon tidak turut serta. Menurut Moussawi, kesepakatan tersebut tidak hanya melibatkan dua negara besar, tetapi juga mencakup front Hezbollah‑Israel di wilayah Lebanon.
Ia menambahkan bahwa jika Israel gagal mematuhi ketentuan gencatan senjata, respons akan datang tidak hanya dari Hezbollah, melainkan juga dari Iran dan sekutu‑sekutunya di kawasan. Dalam konteks ini, Lebanon dipandang sebagai kunci stabilitas karena peran strategisnya dalam mengendalikan front perbatasan.
Berikut beberapa skenario yang diungkapkan oleh Moussawi jika gencatan senjata terancam:
- Penambahan aksi militer di perbatasan Lebanon‑Israel.
- Peningkatan arus senjata dan logistik dari Iran ke Hezbollah.
- Respon diplomatik yang lebih keras dari Amerika Serikat terhadap Israel.
- Potensi meluasnya konflik ke negara-negara tetangga di Timur Tengah.
Para pengamat menilai pernyataan ini sebagai peringatan serius bagi pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi. Tanpa partisipasi aktif Lebanon, risiko kegagalan gencatan senjata akan meningkat, menimbulkan ketidakpastian keamanan regional yang lebih luas.




