Hipmi Minta Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga Pertamax demi Menjaga Daya Saing Dunia Usaha
Hipmi Minta Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga Pertamax demi Menjaga Daya Saing Dunia Usaha

Hipmi Minta Pemerintah Mitigasi Kenaikan Harga Pertamax demi Menjaga Daya Saing Dunia Usaha

Frankenstein45.Com – 11 Juni 2026 | Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax yang tidak bersubsidi dapat menurunkan daya saing pelaku usaha di Indonesia.

Dalam surat terbuka kepada Presiden dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, HIPMI menyampaikan beberapa poin penting:

  • Penetapan kebijakan penyesuaian tarif bahan bakar yang mempertimbangkan dampak pada sektor usaha kecil dan menengah.
  • Pemberian subsidi atau insentif khusus bagi perusahaan yang mengoperasikan armada kendaraan berat.
  • Peningkatan transparansi dalam mekanisme penentuan harga BBM.
  • Pengembangan alternatif energi yang dapat mengurangi ketergantungan pada BBM.

HIPMI menegaskan bahwa tanpa langkah mitigasi, kenaikan harga pertamax dapat memicu inflasi biaya produksi, menurunkan profitabilitas, serta mengurangi kemampuan bersaing perusahaan Indonesia di pasar global.

Pemerintah, di sisi lain, menyatakan bahwa penyesuaian harga BBM dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia serta kebutuhan untuk menstabilkan anggaran negara. Namun, pihak kementerian berjanji akan mengevaluasi kembali kebijakan tersebut dengan memperhatikan masukan dari dunia usaha.

Para ahli ekonomi menilai bahwa kebijakan mitigasi, seperti subsidi sementara atau pengurangan pajak bahan bakar, dapat menahan lonjakan biaya tanpa membebani APBN secara signifikan. Di samping itu, investasi dalam kendaraan berbahan bakar alternatif dan efisiensi energi menjadi solusi jangka panjang.

Dengan tekanan dari HIPMI dan sektor bisnis lainnya, diharapkan dialog konstruktif antara pemerintah dan dunia usaha dapat menghasilkan kebijakan yang seimbang antara kebutuhan fiskal dan keberlanjutan ekonomi.