Frankenstein45.Com – 22 Juni 2026 | Beberapa hari terakhir, sebuah unggahan di Facebook mengklaim bahwa mantan Wakil Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Sony Sanjaya, menuduh Presiden Prabowo Subianto memerintahkan korupsi terkait proyek MBG (Mata Batin Graha). Klaim tersebut segera menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Pernyataan dalam postingan tersebut menyebutkan bahwa Prabowo memberi instruksi kepada Sony untuk menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan MBG, padahal tidak ada bukti tertulis atau saksi yang dapat menguatkan tuduhan tersebut.
Setelah klaim itu beredar, tim juru bicara Presiden Prabowo secara resmi membantah tuduhan tersebut. Mereka menegaskan tidak ada perintah apa pun yang berkaitan dengan korupsi MBG dan menilai informasi itu sebagai hoaks yang dapat merusak citra institusi negara.
Selain itu, Sony Sanjaya juga mengeluarkan pernyataan klarifikasi lewat kanal resmi, menyatakan bahwa komentar tersebut bukanlah pernyataan resmi melainkan opini pribadi yang tidak didukung data konkret. Ia menambah bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan dirinya dengan perintah apa pun dari Presiden.
Berikut langkah-langkah sederhana untuk memverifikasi kebenaran informasi serupa sebelum membagikannya:
- Periksa sumber asli postingan; pastikan berasal dari akun resmi atau institusi terpercaya.
- Cari konfirmasi melalui pernyataan resmi pihak terkait, seperti juru bicara pemerintah atau organisasi terkait.
- Gunakan layanan fact‑checking independen yang memiliki reputasi baik.
- Waspadai bahasa yang provokatif atau terlalu sensasional, karena biasanya menandakan agenda penyebaran hoaks.
- Jika masih ragu, hindari membagikan konten hingga kebenarannya terverifikasi.
Kasus ini menegaskan kembali pentingnya literasi digital di era informasi cepat. Masyarakat diimbau untuk selalu kritis, memeriksa fakta, dan tidak mudah terpengaruh oleh rumor yang belum terbukti.







