Frankenstein45.Com – 12 Mei 2026 | Baru-baru ini beredar klaim di platform Facebook bahwa vaksin measles (campak) dapat menyebabkan autisme pada anak. Klaim tersebut telah dikonfirmasi sebagai hoaks oleh Kementerian Kesehatan dan sejumlah lembaga kesehatan internasional.
Berikut ini poin‑poin utama yang menjelaskan mengapa klaim tersebut tidak berdasar:
- Studi ilmiah besar yang melibatkan ribuan anak tidak menemukan hubungan antara vaksin campak dengan risiko autisme.
- Organisasi World Health Organization (WHO) secara tegas menyatakan bahwa tidak ada bukti ilmiah yang mengaitkan vaksin apa pun dengan autisme.
- Kebijakan imunisasi di Indonesia didasarkan pada pedoman yang telah teruji keamanan dan efektivitasnya.
- Autisme merupakan gangguan neurodevelopmental yang faktor penyebabnya masih belum sepenuhnya dipahami, namun tidak ada mekanisme biologis yang menghubungkannya dengan komponen vaksin.
Selain itu, penyebaran informasi palsu dapat menimbulkan dampak serius, antara lain menurunnya tingkat imunisasi dan meningkatnya kasus penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi berita melalui sumber resmi seperti Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), atau situs web resmi organisasi kesehatan dunia.
Jika menemukan konten yang meragukan, laporkan ke platform media sosial dan jangan sebarkan tanpa cek fakta. Upaya bersama dalam menolak hoaks akan melindungi kesehatan anak dan keberlangsungan program imunisasi nasional.







