Hujan Lebat Mengguyur Sumut dan Jakarta, Siklon Hagupit Mengancam Lebih Banyak Daerah – Waspada Banjir!
Hujan Lebat Mengguyur Sumut dan Jakarta, Siklon Hagupit Mengancam Lebih Banyak Daerah – Waspada Banjir!

Hujan Lebat Mengguyur Sumut dan Jakarta, Siklon Hagupit Mengancam Lebih Banyak Daerah – Waspada Banjir!

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | BMKG mengeluarkan serangkaian prakiraan cuaca yang menandai peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia pada 12‑13 Mei 2026. Dari Sumatera Utara hingga DKI Jakarta, bahkan hingga daerah‑daerah yang dipengaruhi oleh sisa-sisa Siklon Tropis Hagupit, potensi hujan sedang hingga lebat mengancam mobilitas warga dan meningkatkan risiko banjir serta tanah longsor.

Sumatera Utara: Potensi Hujan Sedang hingga Lebat

Prakiraan BMKG wilayah I menunjukkan bahwa pada Rabu, 13 Mei, sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan terus diguyur hujan. Kondisi ini dipicu oleh pertemuan angin (konvergensi) dan konfluensi di sepanjang pantai barat, pantai timur, serta zona pegunungan.

Berikut adalah tahapan intensitas hujan yang diperkirakan:

  • Pagi (12 Mei): hujan ringan di Asahan, Tanjungbalai, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, dan Padang Lawas Utara.
  • Siang‑sore: intensitas meningkat menjadi sedang, meliputi Asahan, Binjai, Pematangsiantar, Labuhan Batu, Langkat, Padang Lawas, Serdang Bedagai, Toba, serta Padang Lawas Utara.
  • Malam: hujan sedang tetap terjadi di Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Langkat, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
  • Dini hari: hujan ringan kembali mengguyur wilayah Asahan, Batubara, Sibolga, Tanjungbalai, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas, Tapanuli Tengah, Simalungun, dan sekitarnya.

Suhu udara diperkirakan berkisar 16‑33 °C dengan angin berhembus dari selatan berkecepatan 3‑9 km/jam. BMKG menekankan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama di daerah pegunungan, lereng barat, dan pantai timur Sumatera Utara.

DKI Jakarta: Hujan Sore Hari

Di ibu kota, prakiraan BMKG menyebutkan bahwa pagi hari akan didominasi awan tebal. Pada sore hari, hujan ringan diprediksi turun di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Jakarta Pusat, Timur, Barat, Selatan, Utara, serta Kepulauan Seribu.

Meski intensitas tidak setinggi di Sumut, curah hujan yang datang bersamaan dengan suhu tinggi dapat memperparah kondisi jalan, meningkatkan risiko genangan air dan mengurangi jarak pandang bagi pengendara.

Siklon Tropis Hagupit: Pengaruh Lebih Luas

Meskipun Hagupit kini berada di barat Filipina dengan tekanan minimum 1006 hPa dan kecepatan angin maksimum 20 knot, sistem tersebut tetap memicu daerah konvergensi di perairan Indonesia. BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di wilayah‑wilayah berikut dalam 24 jam ke depan:

  • Kalimantan Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Selat Karimata
  • Kalimantan Utara, Timur, Selatan, dan Tengah
  • Bengkulu, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Tengah
  • Maluku, Maluku Utara, Laut Banda, serta sebagian besar Papua

Daerah‑daerah tersebut berisiko tinggi mengalami banjir bandang dan tanah longsor, terutama di area rendah dan daerah aliran sungai yang belum memiliki sistem drainase memadai.

Dampak Hujan Terhadap Keselamatan Berkendara

Ketika hujan deras turun, tidak hanya cuaca yang menjadi tantangan. Kondisi jalan basah meningkatkan peluang terjadinya suara decitan pada rem mobil, yang biasanya disebabkan oleh lapisan uap air dan oksidasi tipis pada piringan cakram. Partikel pasir, lumpur, atau oli yang terbawa oleh genangan air dapat masuk ke sela kampas rem, menimbulkan suara melengking serta potensi goresan permanen bila tidak segera dibersihkan.

Pengendara disarankan untuk:

  1. Menghindari pengereman mendadak pada genangan air.
  2. Membersihkan area roda dengan semprotan air bertekanan setelah melewati jalan berlumpur.
  3. Memeriksa kondisi kampas rem dan cakram secara berkala, terutama setelah hujan lebat.

Langkah-langkah tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan serta memperpanjang usia komponen rem.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor atmosferik—dari konvergensi angin di Sumut, awan tebal di Jakarta, hingga sisa‑sisa siklon Hagupit—menuntut kesiapsiagaan masyarakat. Warga di daerah rawan banjir dan longsor diharapkan mengikuti peringatan dini BMKG, menyiapkan perlengkapan darurat, serta menghindari perjalanan yang tidak penting pada periode puncak curah hujan.