Hybrid Merajalela, Permintaan Mobil Diesel Bekas Merosot Tajam
Hybrid Merajalela, Permintaan Mobil Diesel Bekas Merosot Tajam

Hybrid Merajalela, Permintaan Mobil Diesel Bekas Merosot Tajam

Frankenstein45.Com – 13 Mei 2026 | Pasar mobil bekas di Indonesia kini menunjukkan gejala penurunan yang signifikan, terutama untuk kendaraan berbahan bakar diesel. Kenaikan harga solar dan masuknya kendaraan hybrid sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan menjadi faktor utama yang menekan permintaan. Menurut para pelaku industri, penurunan harga mobil diesel bekas dapat mencapai sekitar 10 persen dalam beberapa bulan terakhir.

Tekanan Harga Solar Memicu Penurunan Penjualan

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) diesel sejak awal tahun 2026 telah mengubah perilaku konsumen. Pengguna mobil diesel, khususnya pemilik unit tahun muda seperti Mitsubishi Pajero Sport dan Toyota Fortuner, mulai menjual kendaraan mereka secara massal. Zidan, perwakilan Salman Auto Mobilindo, mengungkapkan bahwa banyak pemilik mobil diesel yang merasa terbebani oleh biaya operasional yang meningkat, sehingga memutuskan untuk melepas unitnya.

“Mobil diesel tahun-tahun muda seperti Pajero dan Fortuner sekarang banyak dijual di pasaran. Otomatis, karena yang jual makin banyak, harganya jadi turun,” ujar Zidan kepada Kompas.com pada 12 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa penurunan harga diperkirakan berada di kisaran 10 persen, meski pedagang masih selektif dalam membeli kembali unit diesel bekas karena khawatir perputarannya melambat.

Pedagang Lebih Selektif, Stok Diesel Menipis

Rudi dari Hapsari Mobil menegaskan bahwa para dealer tidak lagi berani mengambil stok diesel dalam jumlah besar, terutama untuk model tahun 2016-2023. “Misalkan salah satu contoh yang biasanya kita ambil Rp 300 jutaan, ada yang nawarin lagi Rp 300 juta kita enggak berani ambil. Pajero Sport 2016. Kemarin-kemarin kita masih berani ambil Pajero 2016-2018, sekarang tahun 2023 masih mikir,” kata Rudi.

Keengganan ini memperparah ketersediaan mobil diesel di pasar sekunder, sehingga penjual harus menurunkan harga untuk menarik minat pembeli yang kini lebih mengincar kendaraan hybrid atau listrik.

Sentimen Konsumen Terhadap Diesel Makin Negatif

Singgih, pemilik Willies Mobil di Depok, mengungkapkan perubahan perilaku konsumen sejak harga BBM diesel naik. “Contohnya Captiva diesel 2010 ini. Beberapa bulan lalu masih ada yang tanya. Sekarang bulan ini sebenarnya sudah enggak ada yang cari mobil diesel,” ujarnya. Meskipun generasi lama Chevrolet Captiva diesel masih dapat menggunakan biosolar, rasa takut konsumen terhadap fluktuasi harga BBM membuat mereka enggan membeli kembali mobil diesel.

Fenomena ini sejalan dengan tren nasional yang menunjukkan pergeseran preferensi ke kendaraan hybrid. Kendaraan hybrid menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik serta emisi yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih menarik di tengah kenaikan harga energi fosil.

Data Penurunan Harga Mobil Diesel Bekas

  • Penurunan harga rata-rata: 8-12% dibandingkan kuartal sebelumnya.
  • Model yang paling terdampak: Mitsubishi Pajero Sport (2016-2023), Toyota Fortuner (2017-2022), Chevrolet Captiva diesel (2010-2015).
  • Volume penjualan diesel bekas menurun sekitar 15% sejak Mei 2026.
  • Penjualan hybrid bekas meningkat 22% dalam periode yang sama.

Implikasi Bagi Industri Otomotif

Para analis memprediksi bahwa tekanan ini akan berlanjut hingga harga solar stabil atau hingga penetrasi kendaraan hybrid mencapai titik kritis. Dealer mobil bekas diperkirakan akan menyesuaikan strategi pembelian, beralih ke model yang masih memiliki permintaan tinggi, seperti SUV berbahan bakar bensin atau kendaraan listrik. Sementara itu, produsen mobil diesel di Indonesia dihadapkan pada tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan menurunkan biaya produksi agar tetap kompetitif.

Secara keseluruhan, tren hybrid yang semakin menguat telah mempercepat penurunan permintaan mobil diesel bekas. Konsumen kini lebih mengutamakan faktor ekonomi dan lingkungan, menjadikan mobil diesel sebagai pilihan yang kurang menarik di pasar sekunder.

Dengan demikian, pasar mobil bekas Indonesia berada pada titik perubahan yang signifikan, di mana kendaraan hybrid diproyeksikan menjadi pemain utama dalam beberapa tahun ke depan.