Frankenstein45.Com – 06 Juni 2026 | Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat dan Iran berada pada tahap akhir negosiasi untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir Iran. Menurutnya, meskipun IAEA tidak terlibat langsung dalam proses diplomatik, organisasi tersebut terus memantau perkembangan dan siap memberikan verifikasi teknis apabila ada perjanjian yang disepakati.
Kesepakatan yang dibicarakan diperkirakan akan melibatkan pengembalian Iran ke dalam perjanjian nuklir 2015 (JCPOA) dengan syarat‑syarat yang disesuaikan, termasuk pembatasan pada jumlah dan tingkat pemurnian uranium serta mekanisme inspeksi yang lebih ketat. Di sisi lain, pihak Amerika Serikat diharapkan mencabut sanksi ekonomi yang telah diberlakukan sejak 2018, memberikan ruang bagi Iran untuk kembali ke pasar internasional.
- Fokus utama pembicaraan: batasan tingkat pemurnian uranium < 3,67%.
- Jumlah uranium terendapkan yang diizinkan: tidak lebih dari 300 kilogram.
- Pengawasan IAEA: inspeksi berkelanjutan di fasilitas inti dan laboratorium.
- Sanksi AS: penghapusan sanksi sekunder dan pembekuan aset.
- Jangka waktu implementasi: diperkirakan selesai dalam 6‑12 bulan ke depan.
Jika tercapai, kesepakatan ini diprediksi akan mengurangi ketegangan di kawasan Timur Tengah dan membuka peluang dialog yang lebih luas antara Tehran dan Washington. Para pengamat menilai bahwa langkah ini juga dapat memperkuat mekanisme non‑proliferasi global, mengingat IAEA akan memiliki mandat yang lebih jelas untuk melakukan verifikasi.
Namun, Grossi menekankan bahwa keberhasilan akhir tetap bergantung pada komitmen politik kedua belah pihak. Ia meminta agar semua pihak menghindari retorika yang dapat memperburuk situasi dan tetap berpegang pada prinsip transparansi serta kepatuhan internasional.




