Ibu Rumah Tangga 'Jagoan' Nekat Jual Narkoba di Depan Rumah, Kasus Menguak Jaringan Gelap di Lahat
Ibu Rumah Tangga 'Jagoan' Nekat Jual Narkoba di Depan Rumah, Kasus Menguak Jaringan Gelap di Lahat

Ibu Rumah Tangga ‘Jagoan’ Nekat Jual Narkoba di Depan Rumah, Kasus Menguak Jaringan Gelap di Lahat

Frankenstein45.Com – 10 April 2026 | Polisi Lahat terus memperluas penyelidikan kasus pembunuhan berujung mutilasi yang melibatkan seorang ibu rumah tangga berinisial SA (63) dan anaknya yang berusia 23 tahun, AF. Penyidikan mengungkap bahwa selain pembunuhan demi uang judi online, AF juga dicurigai terlibat dalam peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal korban.

Profil Sang Ibu dan Motif Kejahatan

SA, yang dikenal warga setempat sebagai sosok yang tegas dan kadang disebut “jagoan” karena keberaniannya menegakkan keamanan lingkungan, menjadi korban pembunuhan pada 8 April 2026. Menurut Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, AF mengeksekusi ibunya setelah tidak diberikan uang untuk bermain judi slot online. Setelah memutilasi mayatnya, pelaku mengubur potongan tubuh dalam tiga karung di kebun milik SA di Desa Karang Dalam, Pulau Pinang.

Namun motif finansial tidak berhenti pada judi. AF mengaku menjual emas seberat 13 gram milik ibunya, memperoleh Rp75 juta, dan seluruh uang itu langsung dipakai untuk taruhan judi online. Di samping itu, penyidik mengindikasikan adanya indikasi penggunaan narkoba, meski hasil tes urine belum keluar.

Jaringan Narkoba yang Lebih Luas

Kasus ini membuka tabir jaringan narkotika yang lebih luas di Sumatera Selatan. Baru-baru ini, polisi Jawa Tengah berhasil menangkap pasangan kurir narkoba di Semarang, RAW (pria) dan DAZ (perempuan), yang masing‑masing menerima upah Rp300.000 per 5 gram sabu. Mereka beroperasi dengan fasilitas penggunaan narkoba gratis, menunjukkan pola serupa yaitu tawaran imbalan kecil namun berisiko tinggi.

Di Bali, penyelidikan Bareskrim Polri menemukan keterlibatan direktur sebuah klub malam, N Co Living, yang memperbolehkan peredaran narkoba untuk meningkatkan pendapatan tempat hiburan. Penangkapan direktur berinisial R dan tiga oknum lainnya menegaskan bahwa jaringan narkoba tidak hanya beroperasi di daerah pedesaan, melainkan juga merambah ke sektor hiburan malam.

Strategi Polisi dalam Mengungkap Kasus

  • Penggunaan teknik undercover untuk membeli narkoba di klub malam Bali.
  • Pemeriksaan forensik pada mayat mutilasi dan barang bukti emas.
  • Pengujian urine terhadap tersangka di Lahat untuk memastikan keterlibatan narkoba.
  • Koordinasi lintas wilayah antara Polres Lahat, Polda Jawa Tengah, dan Bareskrim Polri.

Upaya gabungan ini menunjukkan peningkatan koordinasi antar‑unit kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba yang semakin terorganisir.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Kasus-kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat. Warga desa Karang Dalam menyatakan ketakutan setelah mengetahui bahwa seorang ibu yang selama ini dipandang “jagoan” dapat menjadi korban pembunuhan brutal. Sementara di kota besar, keberadaan kurir narkoba dengan imbalan kecil memicu kekhawatiran tentang peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda.

Selain itu, uang hasil jual emas yang kemudian dipakai untuk judi online menyoroti hubungan erat antara perjudian ilegal dan kejahatan narkoba. Pemerintah daerah setempat telah mengimplementasikan pembatasan transfer pulsa untuk mencegah judi online, namun kasus ini menunjukkan bahwa kontrol masih belum efektif.

Langkah Selanjutnya

Polisi Lahat menjanjikan tes urine lanjutan untuk AF serta pemeriksaan lebih mendalam terkait jaringan narkoba di wilayah tersebut. Di tingkat nasional, Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Tengah dan Bareskrim Polri berencana memperkuat operasi bersama untuk memutus rantai distribusi narkoba, mulai dari kurir hingga pengedar tingkat atas.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa kejahatan terorganisir dapat meresap ke dalam lingkungan paling biasa, termasuk rumah tangga yang selama ini dianggap aman. Penegakan hukum yang tegas dan kerja sama lintas daerah menjadi kunci utama dalam memerangi fenomena ini.

Dengan mengungkap motif finansial, jaringan peredaran narkoba, serta dampak sosial yang meluas, aparat berharap dapat menghentikan praktik jual‑beli narkoba yang kini mengancam keamanan dan moral masyarakat.