Frankenstein45.Com – 03 April 2026 | Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), yang juga dikenal sebagai Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), melaporkan peningkatan signifikan dalam perdagangan berjangka komoditi selama kuartal pertama tahun 2026. Nilai transaksi naik sebesar 96 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa faktor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut antara lain:
- Peningkatan harga komoditi global, terutama minyak mentah, logam dasar, dan produk pertanian.
- Peluncuran produk berjangka baru yang mencakup komoditi energi terbarukan dan hasil pertanian organik.
- Implementasi platform perdagangan berbasis digital yang mempermudah akses bagi investor ritel.
- Kebijakan pemerintah yang mendukung pengembangan pasar derivatif sebagai instrumen lindung nilai bagi produsen.
ICDX juga mencatat peningkatan partisipasi pelaku domestik. Investor institusional menambah eksposurnya sebesar 42 persen, sementara investor ritel mencatat kenaikan transaksi sebesar 61 persen, menandakan minat yang luas terhadap instrumen derivatif.
Direktur Utama ICDX, Budi Santoso, menyatakan, “Pertumbuhan hampir dua kali lipat ini menunjukkan bahwa pasar berjangka komoditi Indonesia semakin matang dan mendapat kepercayaan baik dari pelaku domestik maupun internasional. Kami akan terus memperluas produk dan meningkatkan infrastruktur teknologi untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.”
Dengan prospek ekonomi global yang masih dinamis, ICDX menargetkan pertumbuhan tahunan di atas 20 persen untuk tahun 2026, sambil memperkuat regulasi dan edukasi pasar untuk memastikan stabilitas dan perlindungan investor.




